Yamaha Paling Pelan di Qatar, Mesin Inline-4 Bukan Alasan

Kompas.com - 09/03/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha YZR-M1 masih memiliki masalah yang sama dari musim lalu, yakni top speed. Motor ini bisa dikatakan paling pelan dibanding para rival yang membidik juara dunia.

Sejak akhir musim lalu, Fabio Quartararo berharap Yamaha bisa menyelesaikan masalah tersebut. Namun, hingga sesi tes pramusim terakhir, tidak ada peningkatan yang dilakukan.

Terbukti pada seri pertama MotoGP 2022 di Sirkuit Losail, Qatar, Yamaha tidak pernah masuk tiga besar pebalap yang tercepat. Hasil terbaik pada FP3, di mana Quartararo ada di posisi keempat.

Baca juga: Quartararo Siap Balas Dendam di MotoGP Mandalika 2022

Bahkan, pada sesi yang krusial, seperti kualifikasi, Quartararo hanya bisa berada di posisi ke-11 dan Franco Morbidelli di posisi ke-12.

Franco Morbidelli saat berlaga pada MotoGP Qatar 2022. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)KARIM JAAFAR Franco Morbidelli saat berlaga pada MotoGP Qatar 2022. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

Banyak yang menyebutkan bahwa penyebabnya ada pada konstruksi mesin yang menggunakan 4-silinder segaris atau inline-4. Sebab, di kelas MotoGP saat ini tinggal Yamaha dan Suzuki saja yang menggunakannya.

Sementara Honda, Ducati, KTM, dan Aprilia, sudah mengandalkan mesin dengan konstruksi V4. Masing-masing dari konstruksi mesin tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan.

Konfigurasi mesin Inline-4 membuat mesin lebih lebar ke samping. Tapi juga ruang mesin lebih lega karena mesinnya lebih kecil. Keunggulan lainnya yaitu jumlah komponen yang lebih sedikit.

Baca juga: Yamaha Fokus Perpanjang Kontrak Quartararo Untuk Musim Depan

Sedangkan mesin V4 lebih ramping tapi memakan ruang lebih banyak, karena ada dua silinder terpisah. Model ini juga punya komponen lebih banyak ketimbang Inline-4.

Alex Rins saat berlaga pada MotoGP Qatar 2022. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)KARIM JAAFAR Alex Rins saat berlaga pada MotoGP Qatar 2022. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

Pada mesin Inline-4, posisi air box dan sistem exhaust alias knalpot lebih mudah, karena semua silinder menghadap arah yang sama.

Sementara pada mesin V4, posisi air box dan sistem exhaust lebih rumit. Perbedaan desain mesin ini juga berdampak pada dimensi bodi dan aerodinamika yang dihasilkan. Selain itu efeknya juga terletak pada perbedaan titik berat motor dan stabilitas motor di tikungan.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.