Universitas Pertamina Kembangkan Baterai Mobil Listrik Ekonomis Tanpa Lithium

Kompas.com - 05/03/2022, 13:42 WIB

"Polimer yang digunakan oleh tim merupakan polimer alami dari alam. Sifatnya tidak beracun dan memiliki gugus pasangan elektron bebas yang dapat dijadikan elektrolit polimer dengan nilai konduktivitas ion yang cukup baik. Polimer ini juga merupakan salah satu bahan alam yang kurang optimal dimanfaatkan," ucapnya.

Baca juga: Dorong Penjualan Mobil Listrik, Kemenkeu Siapkan Bea Masuk 0 Persen

Melengkapi polimer, tim peneliti Universitas Pertamina menambahkan fly ash atau abu terbang yang berasal dari pembakaran limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kegunaannya sebagai filter yang dapat meningkatkan konduktivitas polimer.

"Pemanfaatan limbah dan garam yang murah ini, diharapkan dapat mengurangi biaya pembuatan baterai serta memperluas aplikasi baterai," kata Sylia.

Dalam aplikasinya, selain berpotensi digunakan pada kendaraan listrik, baterai ion sodium dan aluminium juga dapat dipakai untuk perangkat elektronik portabel. Dalam prosesnya, Universitas Pertamian menggandeng Universiti Teknologi Petronas (UTP) milik perusahaan minyak dan gas bumi Malaysia, yakni Petronas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.