Kompas.com - 04/03/2022, 07:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar kembali terjadi. Kali ini menimpa bus pariwisata Kalingga Jaya di Jalur Bayeman, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (3/3/2022).

Diketahui bus tersebut hendak berziarah ke makam Sunan Kalijaga di Demak dan kemudian ke makam Sakuro di Pekalongan.

Sampai di jalur Bayeman, bus tersebut mengalami rem blong hingga menabrak tebing yang berlokasi sekitar 50 meter sebelum jalur penyelamat.

“Saat masuk ke wilayah Karangreja, bus mengalami rem blong dan menabrak tebing jalan yang berada sebelum jalur penyelamat,” ucap Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Rizky Widyo Pratomo melalui Kanit Gakkum Iptu Rochmat S, dikutip dari Regional Kompas.com, Kamis (3/3/2022).

Baca juga: Salah Satu Penyebab Utama Truk dan Bus Alami Rem Blong

Akibat kejadian ini, seorang kondektur bus meninggal dunia, sedangkan 21 orang lainnya luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit.

Kecelakaan akibat kendaraan besar seperti bus atau truk yang mengalami rem blong sudah kerap terjadi. Penyebabnya pun beragam, bisa disebabkan dari kelalaian pengemudi hingga kelebihan beban muatan.

Ilustrasi Rem blong Ilustrasi Rem blong

Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengatakan, salah satu faktor yang bisa menyebabkan terjadinya rem blong adalah adanya tindakan keliru yang dilakukan oleh pengemudi bus dan truk dalam pengoperasian rem.

Seperti mendinginkan tromol atau kampas rem yang mengalami panas dengan cara disiram dengan air. Pasalnya, ketika tromol dan kampas rem yang panas disiram air, bisa menyebabkan perubahan bentuk pada tromol.

“Jika sudah berubah bentuk, potensi rem memudar alias brake fading akan lebih tinggi. Cara mendinginkan rem yang paling baik adalah dengan cara istirahat (berhenti) sampai suhu turun dengan alami minimal 30 menit,” ucap Ahmad.

Perilaku lainnya adalah pengemudi suka mengocok rem, baik yang sudah full air brake (FAB) ataupun yang masih hidrolik, menggunakan minyak rem. Jika mengocok pedal rem pada kendaraan yang FAB akan berpotensi menurunkan tekanan udara. Kalau tekanan udara kurang dari 6 bar, maka pedal rem akan keras diinjak.

Rambu peringatan untuk Bus sebelum masuk Turunan sekitar Bukit Bego, Imogiri, BantulKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Rambu peringatan untuk Bus sebelum masuk Turunan sekitar Bukit Bego, Imogiri, Bantul

Baca juga: Mudah Rawat Sakelar Sepeda Motor Jadi Anti Seret

“Kalau kendaraan yang masih menggunakan hidrolik atau semi air brake, ketika mengocok pedal rem, akan meningkatkan temperatur pada ruang master rem. Jika minyak rem jelek, berpotensi terjadinya vapor lock,” kata dia.

Vapor lock sendiri merupakan kondisi di mana minyak rem yang mendidih menghasilkan gelembung udara yang masuk ke master rem. Jadi yang mendorong kampas bukan tenaga hidrolik, melainkan udara kosong, sehingga tidak mampu mengerem dengan maksimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.