Cukai Karbon Dipercaya Bisa Dongkrak Penjualan Kendaraan Listrik

Kompas.com - 03/03/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga jual yang masih mahal jadi salah satu kendala utama penjualan mobil listrik di Indonesia. Buktinya, penjualan mobil listrik di dalam negeri terbilang masih minim ketimbang mobil dengan mesin bakar internal.

Pemerintah pun diharapkan segera menyiapkan peraturan perundang-undangan yang mengkondisikan orang beralih ke kendaraan listrik.

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), mengatakan, pemerintah perlu menerbitkan cukai karbon supaya bisa memicu penetrasi kendaraan listrik di Tanah Air.

Baca juga: Biaya Resmi Bikin SIM A dan SIM C per Maret 2022

Ban mobil listrik LexusDok. KOC Ban mobil listrik Lexus

Cukai karbon efektif memicu penetrasi pasar kendaraan rendah karbon,” ujar pria yang akrab disapa Puput, dalam webinar Mimpi Produksi Kendaraan Listrik Nasional (2/3/2022).

Puput menambahkan, cukai karbon akan membuat kendaraan yang tidak memenuhi standar emisi mendapatkan penalti.

Dengan tidak mampunya sebuah produk memenuhi standar tersebut, secara otomatis membuat kendaraan dengan mesin bakar internal kurang diminati masyarakat.

Baca juga: Bus Menyalip Sembarangan Senggol Mobilio di Tol

Sejumlah motor listrik yang terparkir di halaman kantor PLN ULP Blora, Selasa (14/12/2021)KOMPAS.COM/ ARIA RUSTA YULI PRADANA Sejumlah motor listrik yang terparkir di halaman kantor PLN ULP Blora, Selasa (14/12/2021)

“Dengan cara alamiah seperti itulah, maka secara perlahan bisa mengeliminir kendaraan-kendaraan polutif dan memiliki karbon tinggi,” ucap Puput.

Menurutnya, kebijakan standardisasi karbon harus diiringi dengan regulasi fiskal berupa skema feebate (penalti bila tak memenuhi standar) dan skema rebate (insentif bila memenuhi standar).

Sebagai informasi, insentif fiskal kendaraan rendah karbon diambil dari cukai yang dipungut dari kendaraan, yang tidak memenuhi standar teknologi gram karbon dioksida per kilometer (grCO2/km).

Sementara itu, kendaraan dengan level grCO2/km terendah, dapat menjadi kendaraan paling hemat energi dan menjadi kendaraan paling murah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.