Kompas.com - 01/03/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meminta agar jumlah penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, untuk diturunkan. Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pun menyetujui arahan tersebut.

Dari yang awalnya jumlah penonton direncanakan hingga 100.000 orang, akan dikurangi menjadi hanya 60.000 penonton. Langkah ini diambil untuk menghindari meluasnya penularan Covid-19.

Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia sudah mulai dijual sejak dibuka pada 6 Januari 2022. Hingga kini, disebutkan bahwa tiket yang sudah terjual mencapai lebih dari 40 persen dari total proyeksi penjualan tiket.

Baca juga: Bos RNF MotoGP Teringat Sirkuit Sepang Saat Lihat Mandalika

Wakil Direktur Utama MGPA Cahyadi Wanda, mengatakan, proyeksi tiket untuk hari pertama (sesi latihan), kedua (latihan dan kualifikasi) dan ketiga (balapan) masing-masing sebanyak 63.534 tiket.

Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan nama Mandalika berasal dari legenda Putri Mandalika yang terkait dengan Tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut, Selasa (22/2/2022). Tradisi Bau Nyale digelar tiap tahun oleh masyarakat Suku Sasak di sepanjang pantai selatan Pulau Lombok pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Suku Sasak, yang tahun ini jatuh pada 22 Februari 2022.KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATI Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan nama Mandalika berasal dari legenda Putri Mandalika yang terkait dengan Tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut, Selasa (22/2/2022). Tradisi Bau Nyale digelar tiap tahun oleh masyarakat Suku Sasak di sepanjang pantai selatan Pulau Lombok pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Suku Sasak, yang tahun ini jatuh pada 22 Februari 2022.

Penjualan tiket terbagi dalam lima kelas, yakni Premier Class (900 tiket), Deluxe Class (2.000), Festival General Admission (10.000), Standard Grand Stand (28.578) dan Premium Grandstand (22.056).

Dengan berkurangnya target 100.000 penonton menjadi 60.000 penonton, ketersediaan tiket juga menjadi menurun. Tapi, menurut Cahyadi, angka 60.000 tersebut jadi jauh lebih realistis.

Baca juga: Adiknya Rossi Sebut Sirkuit Mandalika Punya Tikungan Terbaik di Dunia

"Kalau sekarang sudah lumayan mendekati (habis), pergerakan grafiknya memang naik terus. Kalau 100.000 malah kejauhan, tapi kalau angka yang ini jauh lebih realistis," ujar Cahyadi, saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/2/2022).

Sejumlah warga menonton sesi tes pramusim MotoGP 2022 dari atas bukit sekitar Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (12/2/2022). Warga antusias menyaksikan tes pramusim MotoGP 2022 yang diikuti 24 pembalap di sirkuit yang memiliki panjang 4,32 km dengan 17 tikungan itu.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Sejumlah warga menonton sesi tes pramusim MotoGP 2022 dari atas bukit sekitar Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (12/2/2022). Warga antusias menyaksikan tes pramusim MotoGP 2022 yang diikuti 24 pembalap di sirkuit yang memiliki panjang 4,32 km dengan 17 tikungan itu.

"Biasanya kan memang budaya masyarakat kita itu membeli mendekati event. Apalagi, nanti ketika Qatar minggu ini sudah main. Belum lagi kita juga akan mengumumkan proses resurfacing aspal kita, membuat orang-orang lebih yakin lagi," katanya.

Cahyadi menambahkan, menurut pengalamannya, penjualan tiket baru akan mengalami kenaikan yang signifikan pada satu pekan sebelum acara dimulai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.