Bus Harapan Jaya Ditabrak Kereta Api, Ini Bahaya Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

Kompas.com - 27/02/2022, 12:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu unit bus PO Harapan Jaya tersambar kereta api Dhoho relasi Blitar-Surabaya yang melintas di perlintasan Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/2/2022).

Diketahui, kecelakaan itu bermula saat bus yang membawa karyawan pabrik plastik hendak rekreasi ke Malang.

Bus tersebut kemudian melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Belum juga bodi bus sepenuhnya ke luar dari perlintasan, dari arah Selatan tiba-tiba muncul KA Dhoho berkecepatan tinggi.

Baca juga: Cek Harga Spare Part dan Biaya Servis KTM Duke 200

“Saat kejadian tidak ada penjaga di lokasi perlintasan tanpa palang pintu,” ucap Kapolsek Kedungwaru Polres Tulungagung AKP Siswanto, dikutip dari NTMC Polri, Minggu (27/2/2022).

Alhasil tabrakan hebat tidak terelakkan. Akibat benturan keras, bodi bus terlempar sekaligus terseret sekitar 10 meter. Kecelakaan maut ini menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto menambahkan, untuk meminimalisir dan mencegah kecelakaan perlu adanya upaya pencegahan dan penutupan terhadap perlintasan sebidang ilegal.

Perlintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar yang sudah tujuh bulan lebih mengalami kerusakan lampu dan sirine.Dok. Desa Pasirharjo Perlintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar yang sudah tujuh bulan lebih mengalami kerusakan lampu dan sirine.

Dalam perlintasan resmi dipasang rambu-rambu Stop yang berarti bahwa setiap pengguna jalan yang akan melintas bahwa ada dan tidak pintu perlintasan, pengendara wajib berhenti sejenak dan menoleh ke kiri dan kanan.

“Ini yang sering terjadi terutama lintasan sebidang yang tidak ada pintu perlintasan atau pintu perlintasan rusak, seharusnya wajib berhenti sejenak karena ada rambu-rambu Stop,” kata dia.

Secara hukum, aturan kendaraan melintasi perlintasan kereta sudah diatur tegas dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal tersebut berbunyi,

Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.