JAKARTA, KOMPAS.com - Usai membahas luar dalam dan fitur, giliran mengulik impresi mengendarai All New Daihatsu Xenia. Seperti yang sudah diungkapkan, unit yang redaksi dapat merupakan varian tertinggi bermesin 1.500 cc dengan transmisi CVT tujuh percepatan serta Advance Safety Assist (ASA).
Sebelum melakukan perjalanan, diawali dengan mencari posisi duduk yang nyaman. Tak perlu khawatir, Xenia baru menawarkan visual depan yang cukup lapang meski posisi duduk memang lebih pendek dibanding sebelumnya, kaca spion bisa disesuaikan secara elektrik.
Cuma sayang, Daihatsu masih tanggung menambah unsur kenyamanan bagi pengendara. Hal tersebut karena sistem kemudi hanya dilengkapi pengaturan tilt steering saja, sementara untuk turun naik alias telescopic masih absen.
Baca juga: Kupas Transformasi Desain All New Xenia
Begitu menekan tombol start-stop sembari menginjak pedal rem, suara mesin 1.500 2NR-VE yang tersemat dengan posisi melintang imbas perubahan sistem gerak roda dari belakang menjadi front wheel drive (FWD), terdengar halus di dalam kabin.
Dari awal memulai perjalanan, sudah terasa tarikan bawah Xenia baru lebih responsif dibandingkan versi sebelumnya. Tak butuh effort menekan pedal gas lebih dalam, mobil sudah mulai melaju melintasi rute dalam kota.
Meski memiliki dimensi lebih besar dari sebelumnya, tapi tak membuat Xenia keteteran ketika berkendara di dalam kota, seperti sulit diajak menyalip dan sebagainya. Apalagi dibekali dengan radius putar 4,9 meter yang memudahkan ketika bermanuver atau melakukan u-turn.
Kondisi tersebut membuat Xenia kini lebih lincah dan fun to drive. Perpindahan sistem gerak roda ke depan memberikan efek pada sisi kemudi yang cepat tanggap alias responsif, bahkan menghadapi kondisi stop n go bisa lebih santai sambil menyandarkan lengan kiri di consule box.
Baca juga: Januari 2022, Daihatsu Klaim Cetak Rekor Market Share Tertinggi
Sebagai pengguna Xenia lawas, redaksi bisa mengatakan perbedaannya sangat frontal. Tak ada lagi kesan dan rasa Xenia lawas, apalagi dari sisi karakter berkendaranya.
Puas di dalam kota, giliran bertolak menuju Tol Jakarta-Cikampek. Pastinya momen ini lebih untuk merasakan soal performa mesin yang kini disandingkan transmisi CVT serupa dengan Rocky, yakni Dual Mode CVT alias D-CVT.
Mendapat kesempatan ketika kondisi jalan senggang, redaksi sedikit mencoba menginjak pedal gas hingga mentok alias kick down.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.