Kompas.com - 12/02/2022, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah jadi pengetahuan umum bahwa busi berperan penting pada kendaraan bermesin pembakaran internal. Busi menciptakan percikan api untuk memulai proses pembakaran dalam mesin.

Seiring waktu, bagian elektroda dan insulator pada busi akan muncul kerak. Kerak tersebut bisa menghambat kerja busi untuk menciptakan percikan api.

Beberapa cara dilakukan pemilik motor maupun teknisi bengkel umum guna menghilangkan kerak tersebut, salah satunya yakni dengan mengamplasnya. Padahal metode ini salah besar dan bisa merusak busi.

Dwi Suwanto, Instruktur Service PT Surya Timur Sakti Jatim Yamaha , turut mengatakan bahwa membersihkan busi menggunakan amplas sangat tidak disarankan.

Baca juga: Begini Karakter Sirkuit Mandalika, Yamaha dan Suzuki Bisa Diuntungkan

Cek busi motor sendiri saat WFHNGK Cek busi motor sendiri saat WFH

"Kalau di amplas memang tidak disarankan, karena bisa mengikis permukaan dan mengurangi panjang ujung elektroda," kata Dwi kepada Kompas.com belum lama ini.

Pembersihan busi dari kerak menggunakan sikat masih bisa dimaklumi. Sebab sikat tidak akan banyak mengikis elektroda busi. Berbeda dengan amplas yang mudah mengikis permukaan logam.

Sebetulnya, busi memang perlu untuk dibersihkan ketika bagian kepalanya sudah menghitam dan dipenuhi arang sisa pembakaran. Sebab ketika kepala busi sudah dalam kondisi tersebut, elektroda akan sulit mengalirkan listrik sehingga motor akan sulit dihidupkan.

Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia, menjelaskan bahwa untuk merawat busi paling sederhana dimulai dari rutin memperhatikan kondisinya.

Baca juga: Belum Banyak yang Tahu, Dampak Buruk Pakai Ban Motor Bentuk Donat

Ilustrasi ganti busi motorDok. DAM Ilustrasi ganti busi motor

"Kuncinya cukup rajin servis karena kondisi ruang bakar yang sehat membuat busi lebih awet. Sering-sering juga perhatikan kondisi kepala busi. Kalau sudah ada kerak sebaiknya diganti," kata Diko.

Untuk membersihkan busi, disarankan dengan metode menyemprot busi menggunakan cairan bersifat non-metal, contohnya seperti brake cleaner.

Tidak lupa juga cek tingkat keausan busi. Elektroda jadi bagian yang mudah aus mengingat bagian ini jadi titik timbulnya percikan api. Jika elektroda aus, busi perlu diganti. Idealnya penggantian busi menggunakan interval jarak tempuh, antara 15.000 sampai 20.000 kilometer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.