Kompas.com - 11/02/2022, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kaca film pada mobil memiliki banyak manfaat untuk melindungi pengemudi selama berkendara.

Selain mengurangi terlalu banyak paparan cahaya matahari, penggunaan kaca film yang sesuai ketentuan juga dapat meminimalisir resiko kejahatan selama perjalanan.

Karena membuat kaca lebih gelap, isi kabin mobil tidak terlihat dari luar mobil. Hal ini mengurangi potensi orang untuk mengintip dan melihat lokasi barang-barang berharga yang ada di mobil.

Baca juga: Jangan Abai, Ini Ciri Kaca Film Mobil Sudah Harus Ganti

Meski begitu, pemasangan kaca film juga ada aturannya sendiri. Karena, kaca film yang terlalu gelap berpotensi membahayakan pengemudi saat berkendara di kondisi yang visibilitasnya rendah. Ini juga sangat berbahaya bagi pengguna jalan yang lain.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan oleh pemilik mobil sebelum memasang kaca film, agar dapat berfungsi secara maksimal nantinya.

Pastikan kaca film yang akan diaplikasikan di mobil memiliki kualitas yang bagus, yang dapat membuat kabin mobil tidak terlihat dari luar, namun tanpa mengurangi drastis visibilitas pengemudi dari dalam mobil.

Ilustrasi pengemudi mobil di jalan. UNSPLASH/takahiro taguchi Ilustrasi pengemudi mobil di jalan.

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (AHM) Bambang Supriyadi menjelaskan, ada batasan persen tingkat kegelapan kaca film yang akan dipasang.

"Kalau memang mau kualitas, ingin dingin atau lebih sejuk di dalem (mobil), maka pilihlah kaca film yang kualitasnya baik. Ya gini istilahnya, masih bisa dilihat tapi masih tetap dingin," ujar Bambang pada Kompas.com, belum lama ini.

Ia menjelaskan, kaca film di bagian samping-samping mobil disarankan tidak lebih dari 60 persen. Kaca yang terlalu gelap justru dapat sangat mengurangi tingkat visibilitas pengemudi, terlebih jika harus berkendara di malam hari.

Baca juga: Konsumen Beli Fazzio Dipaksa Kredit, Begini Jawaban Yamaha

Jika menggunakan kaca film yang murah, Bambang mencontohkan mobil-mobil angkutan umum yang terkadang memaksakan mobilnya agar memiliki kaca film namun dengan kualitas yang cenderung rendah.

Kualitas kaca film yang rendah membuat visibilitas pengemudi turun. Pasalnya, kaca film yang dipasang asal atau menggunakan material di sama yang kurang bagus membuatnya terlalu gelap baik dari sisi luar maupun penumpang.

"Makanya kalau di angkot, kadang-kadang dilubangi kaca spionnya, di arah spion dibolongin kaca spionnya, di arah spion dibolongin," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.