Klaim Sukses Insentif PPnBM di Sektor Otomotif oleh Kemenperin

Kompas.com - 04/02/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim sukses atas bergulirnya insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) pada sektor otomotif di Indonesia. Pengaruh positif dianggap luas sesuai karakteristik sektor ini yang punya efek domino.

Tidak hanya pada penjualan kendaraan bermotor yang mencapai level 66 persen dari tahun sebelumnya, tapi juga terhadap kesempatan kerja baru dan kinerja Industri Kecil Menengah (IKM) yang berkaitan.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier di Jakarta, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Ada Insentif PPnBM, Kredit Kendaraan Bermotor Tembus Rp 97,4 Triliun

Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Sebenarnya saat pandemi Covid-19 merebak sektor otomotif merupakan yang terdampak parah, turun sampai 50 persen. Oleh karenanya, Bapak Menteri bersama jajaran berpikir apa instrumen yang cocok untuk dapat mengembalikannya," kata dia.

"Lalu diusulkanlah yaitu pembebasan PPnBM. Kala itu, instrumen terkait dianggap sebagai beban dan kita sampaikan secara teknokratik bahwa pada sektor otomotif ada tiga variabel perpajakan," kata Taufiek, melanjutkan.

Antara lain, ialah pajak yang diberikan oleh daerah masing-masing yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kemudian ada Pajak Pertambahan Nilai atau PPN, serta PPnBM.

Variabel itu saling berkaitan, sehingga bila terdapat pengurangan Rp 1 di PPnBM maka secara keekonomian pemerintah mendapatkan Rp 2. Tidak bertolak belakang alias mengorbankan satu demi lainnya.

Baca juga: Sudah Diteken, Aturan Diskon PPnBM Segera Terbit

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier

"Jadi ketika PPnBM diturunkan, otomatis pajak derah tadi (PKB) dan PPN naik," kata Taufiek.

Kemudian setelah diimplementasi pada Maret 2021, benar saja di kuartal II/2021 sektor otomotif bertumbuh hingga 45 persen. Pertumbuhan terkait belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

Tidak sampai di sana, kinerja positif tersebut juga terus terjaga hingga pada kuartal III/2021 dengan kenaikan penjualan sebesar 30 persen. Adapun secara tahunan, jumlah penjualan kendaraan bermotor roda empat dan lebih di dalam negeri naik 66 persen.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.