Kompas.com - 04/02/2022, 07:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi pelemparan batu oleh orang tak dikenal kembali terjadi, kali ini di ruas Tol Lampung, pada Selasa (1/2/2022).

Melalui akun media sosial pribadi, akun bernama Donny Stanza menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat ia beserta keluarganya hendak perjalanan pulang menuju Palembang dari Lampung.

Ketika melintas di Kilometer 290 ruas Pematang Panggang- Kayu Agung, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah sebelah kiri kendaraan. Setelah berhenti untuk memeriksa, ternyata kaca di bagian pintu penumpang sudah pecah dan bolong.

Baca juga: Alasan Mengapa Dashcam Masih Belum Dianggap Penting

“Saya melihat di pepohonan pinggir jalan tol ada dua anak tanggung bermain ketapel. Begitu saya melintas, malah mobil saya yang jadi sasaran mereka dan mengenai kaca pintu bagian tengah mobil sebelah kiri,” ucap Donny dalam unggahannya.

Kepala Cabang Ruas Tol Tebanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) Yoni Satyo Wisnuwardhono membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelemparan bantu itu terjadi di KM 293+000 Jalur A, ruas Terpeka yang menimpa kendaraan Suzuki Ertiga.

“Berdasarkan hasil investigasi lapangan, kendaraan minibus Ertiga melaju dari arah Lampung ke Palembang. Sesampainya di lokasi kejadian, terjadi pelemparan batu oleh orang yang tidak dikenal dan mengakibatkan kaca sebelah kiri bagian belakang pecah,” ucap Yoni, Kamis (3/2/2022).

Tangkapan layar video pelemparan batu di Tol Lampung.Tangkap layar Instagram Donny Stanza Tangkapan layar video pelemparan batu di Tol Lampung.

Yoni mengatakan, kejadian ini telah ditangani oleh Divisi Operasi Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya selaku pengelola Tol Terpeka. Pihaknya juga sudah melakukan ganti rugi akibat pecahnya kaca kendaraan.

Mengingat kejadian pelemparan batu di jalan tol bukan yang pertama kalinya terjadi, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengingatkan, selain wajib memiliki tingkat waspada saat berkendara, ada teknik lain untuk menghindari terkena lemparan batu yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Salah satunya adalah dengan mengasah panca indra penglihatan. Tak hanya memastikan visibilitas yang mumpuni, namun juga diharapkan dengan kemampuan mata bisa menganalisa adanya risiko-risiko yang mungkin terjadi sebagai langkah antisipasi, terutama saat berkendara dalam kondisi yang masih terang, seperti pagi dan siang hari.

Menurut Jusri, ada dua zona kemampuan mata dalam melihat sesuatu dalam konteks safety driving dengan asumsi mata yang masih normal.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.