Jangan Keliru, Ini Perbedaan Air Aki Botol Tutup Biru dan Tutup Merah

Kompas.com - 01/02/2022, 17:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com— Kendaraan yang menggunakan aki basah sebagai komponen penghasil energi listrik perlu perawatan rutin.

Agar selalu optimal, pemilik mobil harus menjaga air aki agar tetap sesuai batas yang dianjurkan. Air aki yang berada di pasaran sendiri terdiri dari dua jenis, yakni air aki tutup biru dan air aki tutup merah.

Akan tetapi, baik pemilik motor atau mobil masih banyak yang belum bisa membedakan dua jenis air aki tersebut.

Baca juga: Honda Repsol Kena Masalah Pengiriman Motor di Sepang

Kandungan dan fungsi dari air aki tutup merah dan tutup biru berbeda. Maka dari itu, kedua jenis aki ini memiliki kegunaan yang berbeda bagi kendaraan.

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Division Service PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan jika air aki dengan tutup botol merah adalah air zuur yang memiliki kandungan kimia H2SO4 atau asam sulfat.

“Air aki tutup merah berarti cairan aki H2SO4 yang digunakan saat pertama kali. Tepatnya pada aki basah baru,” katanya baru-baru ini pada kompas.com.

Ilustrasi tambah air akiSuparna Ilustrasi tambah air aki

Sementara itu, air aki berwarna biru berisi air murni yang demineralisasi. Air aki jenis ini kerap dipergunakan sebagai cairan isi ulang aki.

Setiap air aki yang digunakan pasti akan terjadi penguapan yang mana akan membuat air aki berkurang. Maka dari itu, air aki membutuhkan isi ulang.

Menambahkan air aki tutup botol biru adalah langkah yang tepat. Jangan pernah menggunakan air aki botol tutup merah karena berbahaya.

Baca juga: Jangan Sembarangan Modifikasi Headlamp Mobil, Ada Aturannya

Air aki botol tutup merah memiliki kandungan H2SO4 yang besar, sehingga dapat merusak komponen atau sel aki.

Asam sulfat sendiri merupakan cairan dengan elektrolit kuat yang mampu menyimpan dan menghantarkan daya listrik. Oleh karena itu, saat mengisi ulang air aki harus hati-hati. Jika sampai lalai, air aki akan membuat kulit iritasi.

“Jadi aki itu terdiri dari timbal positif dan negatif. Diantara timbal positif dan negatif itu ada cairan yang namanya H2SO4. Komposinya harus tepat. kalau berlebih atau berkurang akan merusak sel aki. Kalau air kurang, musti ditambahkan, kalau lebih harus dikurangi,” tutup Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.