Kompas.com - 27/01/2022, 16:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelumas atau oli untuk mobil dan sepeda motor dibedakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan mesin. Meski begitu, masih ada pengguna kendaraan yang menggunakan oli mobil sebagai alternatif atau pengganti oli motor.

Jika oli yang digunakan tidak disesuaikan dengan fungsi mesin, maka mesin motor akan cepat rusak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan oli mobil untuk sepeda motor.

"Ketentuannya, harus memastikan sesuai dengan JASO-nya," kata Ribut pada Kompas.com, Kamis (27/1/2022).

Baca juga: Bukan 150 cc, Ini Alasan Yamaha Fazzio Pakai Mesin 125 cc

Japanese Automotive Standard Organization (JASO) merupakan lembaga Jepang yang mengecek standar kualitas oli. Kode JASO ini menandakan bahwa oli tersebut cocok digunakan untuk motor.

Ribut melanjutkan, harus dipastikan juga oli harus sesuai kode JASO-nya, yaitu MB (mesin matik) atau MA (mesin manual).

Pelumas dengan kode JASO MB biasanya digunakan untuk sepeda motor yang koplingnya tidak terendam oli, seperti skutik. Sedangkan JASO MA digunakan untuk motor dengan konstruksi rumah kopling terendam oli.

Selain itu, pengguna motor juga perlu memastikan, apakah kekentalan oli sudah cocok dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin motor.

ExxonMobil melalui merek Mobil Lubricants meluncurkan beberapa produk yang telah memenuhi standar terbaru American Petroleum Institute SP (API SP).DOK. EXXONMOBIL ExxonMobil melalui merek Mobil Lubricants meluncurkan beberapa produk yang telah memenuhi standar terbaru American Petroleum Institute SP (API SP).

"Alangkah baiknya penggantian oli sesuai dengan spesifikasinya, contoh motor matik menggunakan pelumas dengan SAE 10W 30 JASO MB, dan untuk motor manual dan sport menggunakan pelumas dengan SAE 10W 30 JASO MA," jelas Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM).

Oli yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin motor dapat membuat performa mesin menurun. Hal ini disebabkan oleh tidak optimalnya kinerja mesin, yang kemudian berdampak pada penggunaan bahan bakar yang semakin boros.

Baca juga: Viral, Unggahan tentang Razia STNK hingga Sita Kendaraan

Contohnya, oli JASO MB memiliki daya gesek yang lebih rendah dibandingkan oli JASO MA. Jika oli JASO MB digunakan pada motor dengan kopling basah yang membutuhkan oli dengan daya gesek lebih tinggi, kopling akan mudah selip saat dikendarai.

Kemudian, oli juga tidak melumasi mesin secara optimal. Ini dapat merusak komponen mesin, karena gesekan antar komponen tidak diredakan oleh oli. Karena kerja mesin menjadi lebih keras, mesin akan cenderung cepat panas atau overheat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.