BKPM Telah Bertemu Prinsipal VW, Soal Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Kompas.com - 27/01/2022, 16:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku agen tunggal pemegang merek Volkswagen (VW) di Indonesia mengakui pemerintah RI sudah melakukan pertemuan dengan prinsipal mengenai industri kendaraan listrik.

Diwakili oleh Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada Oktober 2021, hasilnya perusahaan akan lebih mematangkan studi terkait elektrifikasi.

"Benar, menjelang akhir tahun lalu sudah ada pertemuan dengan BKPM. Memang kita akan mengarah ke sana (elektrifikasi), tetapi untuk dapat membawa produk baru ada banyak pertimbangan," kata National Sales Manager PT GMM Ahmad Badawi, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Terbentur Standar Emisi, VW Kesulitan Bawa Produk Baru ke Indonesia

Volkswagen ungkapkan rencana mereka soal kendaraan listrik di 2019VW Volkswagen ungkapkan rencana mereka soal kendaraan listrik di 2019

Meski belum ada langkah lebih jauh tentang kendaraan listrik, perseroan menjanjikan bahwa telah memiliki komitmen dan rencana jangka panjang di pasar Indonesia.

Hal tersebut salah satunya dapat terlihat dari dioperasikannya kembali pabrik VW di Indonesia yang bertempat di Cikampek, Jawa Barat pada 2019 lalu alias tepat sebelum pandemi Covid-19.

Dengan luas 60 hektar, pabrik memiliki kapasitas produksi hingga 6.000 unit per tahun. Saat ini, hanya VW Tiguan Allspace saja yang baru dapat keistimewaan untuk dirakit di sana dengan volume 1.200 unit tiap tahun.

Melalui pengawasan ketat dari Jerman langsung, sport utility vehicle itu diproduksi dengan skema Completely Knocked Down (CKD).

Baca juga: VW Janji Bakal Agresif Tahun Ini di Indonesia, Bawa Produk Baru

Robot di pabrik VWExpress.co.uk Robot di pabrik VW

"Volume itu belum sampai pada peak-nya karena masih banyak volume yang belum dipakai di pabrik," kata Badawi.

"Tapi ini adalah salah satu komitmennya. Ke depan, akan lebih banyak model-model VW yang bisa dirakit di sini dengan pertimbangan tertentu," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.