Mobil Sering Parkir di Luar, Jangan Heran Komponen Ini Cepat Rusak

Kompas.com - 08/01/2022, 10:22 WIB
Sebuah mobil polisi diparkir di depan rumah di Sun City Mesquite tempat tinggal pelaku penembakan massal di Las Vegas, Stephen Paddock, Senin (2/10/2017). AFP/Gabe GinsbergSebuah mobil polisi diparkir di depan rumah di Sun City Mesquite tempat tinggal pelaku penembakan massal di Las Vegas, Stephen Paddock, Senin (2/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Atas berbagai alasan, banyak juga orang yang memarkir mobil di luar rumah. Meskipun aman dari maling, tapi tak sedikit yang menyadari bahwa ada dampak lain.

Apalagi, jika mobil tersebut parkir di ruangan terbuka. Jika terik matahari akan kepanasan dan saat hujan juga kebasahan.

Baca juga: Musim Hujan, Mobil Parkir di Luar Pakai Sarung atau Tidak?

Sigit Wahyu Anggoro, Division Head After Sales & Biz Solution, mengatakan, ada sejumlah potensi kerusakan yang bisa terjadi pada mobil.

Sejumlah mobil petugas parkir di depan rumah pribadi Tantri sejak pagi.KOMPAS.com/A. Faisol Sejumlah mobil petugas parkir di depan rumah pribadi Tantri sejak pagi.

Berikut ini beberapa bagian dan komponen yang mudah rusak akibat mobil sering parkir di luar:

1. Bodi Mobil
Saat mobil diparkir di ruang terbuka dan terkena terik matahari langsung, catnya akan cepat kusam. Begitu pula dengan bagian yang terbuat dari material plastik.

“Bila ada bagian bodi yang terbuat dari plastik akan mengakibatkan kusam dan berubah warna,” kata Sigit, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Saat kehujanan, banyak juga pemilik mobil yang malas untuk langsung membilas dan mengeringkannya. Sehingga, bodi mobil timbul bercak-bercak karena jamur dan membuat cat kusam.

“Bila terkena hujan di bodi mobil ada pola air hujannya, bila tidak cepat dibersihkan akan menyebabkan jamur dan susah dihilangkan,” ujar Sigit.

Baca juga: Tak Hanya Undang Begal, Parkir di Luar Rentan Kemasukan Makhluk Lain

2. Wiper
Wiper yang sering terkena paparan sinar matahari dapat mengubah karetnya menjadi cepat mengeras. Dampaknya, wiper tidak dapat menyapu air dengan maksimal. Selain itu, bisa menimbulkan suara yang mengganggu atau bahkan merusak permukaan kaca.

“Karena paparan sinar dan menempel pada kaca mengakibatkan karet wiper menjadi keras dan pada waktu digunakan daya bersihnya juga akan jauh berkurang,” ujar Sigit.

Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.