Ban Truk Juga Perlu Istirahat Setelah Perjalanan Panjang

Kompas.com - 29/12/2021, 15:21 WIB
Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIRatusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.comTruk merupakan penggerak logistik di Indonesia, bertugas mengirimkan barang dari satu kota ke kota lainnya. Bahkan tidak jarang jarak yang ditempuh per harinya bisa sampai ribuan kilometer.

Kemudian ketika sedang melakukan perjalanan, mungkin sering terlihat truk-truk yang berhenti di pinggir jalan. Berhenti di sini bukan karena rusak, tetapi pengemudi sedang mengistirahatkan bannya.

Ban truk yang membawa beban cukup besar jika dipakai perjalanan jauh bisa mengalami overheat. Jika sudah overheat, ban akan mudah rusak, seperti kawat ban yang terpisah dari karetnya atau bahkan bisa meledak.

Baca juga: Catat, Ini Syarat Perjalanan Menuju Kawasan Puncak

Ban truk buntingBambang Widjanarko Ban truk bunting

Zulpata Zainal, On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk. mengatakan, ban truk memang sebaiknya diistirahatkan setelah perjalanan jauh dengan muatan yang sangat berat agar tidak overheat.

"Overheat kemungkinan akan merusak adhesi dari lapisan-lapisan ban. Bisa juga jadi penyebab ban cepat rusak atau meledak pada kondisi tertentu," ucap Zulpata kepada Kompas.com, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: 4 Merek Mobil Tiongkok Siap Menginvasi Indonesia di 2022

Kemudian jika ban kurang tekanan udaranya, maka kemungkinan overheat semakin tinggi. Hal ini disebabkan dinding ban yang defleksi atau terlipat sehingga ban lebih mudah overheat.

Mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengistirahatkan ban, sebenarnya tergantung dari muatan, kondisi jalan, dan truknya. Jadi tidak bisa disamakan di setiap rutenya kapan ban harus istirahat.

"Namun kalau mengacu pada prinsip keselamatan, konsentrasi driver, setidaknya setiap tiga sampai empat jam jalan bisa istirahat secukupnya," kata Zulpata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.