Kompas.com - 29/12/2021, 12:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap lumrah penggunaan air keran untuk mengisi radiator mobil. Padahal, air biasa yang umum mengandung zat logam berisiko membentuk karat dan korosi.

Namun, pentingnya cairan khusus radiator belum dipahami oleh semua orang. Abai akan pentingnya merawat radiator tentu berdampak pada kondisi kesehatan mesin, mengingat radiator berperan vital menjaga suhu mesin tidak melampaui ambang batas.

Valvoline sebagai pemasok pelumas dan layanan otomotif asal Amerika Serikat, meluncurkan dua produk radiator coolant alias cairan khusus untuk radiator, sebagai solusi agar pemilik mobil tidak lagi menggunakan air biasa untuk radiator kendaraannya.

Baca juga: Bocoran Suzuki Burgman 150, Calon Pesaing PCX 160 dan NMAX 155

Produk baru tersebut bernama Valvoline Long Life Coolant dan All Weather Coolant. Keduanya merupakan produk siap pakai yang dilengkapi Organic Acid Technology (OAT), non-silikat, non-amina, non-nitrit, dan non-borat. Dua coolant ini juga sudah memenuhi standar spesifikasi light duty coolant ASTM 3306.

Produk cairan coolant dari ValvolineSanjay Sakaria Produk cairan coolant dari Valvoline

“Dengan teknologi OAT, produk coolant Valvoline dapat memberikan jangka waktu proteksi lebih lama pada kendaraan. Untuk Long Life Coolant dapat memberikan proteksi hingga lima tahun atau 250.000 km, sedangkan All Weather Coolant dapat memberikan proteksi hingga tiga tahun atau 150.000 km,” kata Shehan Perera, Country Manager PT Valvoline Lubricants and Chemicals Indonesia, Rabu (29/12/2021).

Ditujukan bagi kendaraan ringan, produk coolant Valvoline punya kemampuan mentransfer panas dari mesin, mencegah pendidihan dan pembekuan, serta melubrikasi pompa radiator dan cocok dengan berbagai logam dan karet atau seal.

Baca juga: Belajar dari Insiden Spion Mobil Dirusak Paspampres, Ini Kendaraan yang Dapat Prioritas

Kinerja Valvoline Long Life Coolant dan All Weather Coolant didukung tiga komponen utama yang memberikan proteksi ekstra pada radiator kendaraan, yakni air demineralisasi, Gycol atau zat kimia untuk meningkatkan titik didih dan menurunkan titik beku, serta zat kimia tambahan lain seperti corrosion inhibitor.

“Titik didih air mineral sekitar 100 derajat celcius. Coolant harus punya titik didih di atas air. Di sini lah fungsi Glycol dalam cairan coolant. Long Life Coolant mengandung Ethylene Glycol (EG) 50 persen, sedangkan dalam All Weather Coolant mengandung 30 persen. Titik didih coolant dengan 50 persen EG dapat mencapai 128 derajat celcius,” ujar Shehan menjelaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.