Jalan Berbayar Elektronik, Wacana yang Terus Tertunda Sejak 2014

Kompas.com - 23/12/2021, 14:01 WIB
Uji coba Electronic Road Pricing di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Kurnia Sari Aziza/Kompas.comUji coba Electronic Road Pricing di Jalan Rasuna Said, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik diharapkan bisa berlaku pada 2023. Sebab, wacana ini sudah dimulai sejak tujuh tahun lalu.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi, mengatakan, jalan berbayar elektronik di beberapa wilayah atau ruas penggal jalan tertentu di Yurisdiksi Provinsi DKI Jakarta sudah diwacanakan sejak 2014.

"Sekitar tahun 2018, sudah mulai intens dilakukan pembahasan dan bahkan pernah diadakan FGD (Focus Group Discussion) selama dua kali," ujar Budiyanto, dalam keterangan resminya.

Baca juga: Jalan Berbayar Elektronik Akan Diterapkan pada 2023, Ini Rencana Tarifnya

Budiyanto menambahkan, dalam FGD yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan DKI ini juga mengajak para pemerhati atau pakar, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), dan organisasi yang peduli masalah transportasi, serta para stakeholders yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Gerbang jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014)KOMPAS.COM/PRAVITA RESTU ADYSTA Gerbang jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014)

"FGD saat itu merekomendasikan supaya pelaksanaan ERP segera dilaksanakan. Kemudian, Pemda menargetkan akhir tahun 2018. Bahkan, saat itu contoh gerbang ERP secara fisik sudah ditampilkan di beberapa titik Sudirman-Thamrin," kata Budiyanto.

Budiyanto mengatakan, pada akhir 2018, jalan berbayar elektronik belum dapat terlaksana. Sebab, ada kendala teknis masalah lelang perangkat ERP, ada ganjalan atau hambatan.

Baca juga: Sistem Ganjil Genap di Jakarta Bakal Diganti Jalan Berbayar Elektronik

Kemudian, dicanangkan rencana tahun 2019, 2020, dan 2021. Namun, belum dapat terlaksana juga. Budiyanto mengatakan penyebabnya dikarenakan kendala persiapan dan kendala teknis seperti sebelumnya.

Foto ilustrasi penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di Jalan Lim Teck Kim Singapura.Josephus Primus Foto ilustrasi penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di Jalan Lim Teck Kim Singapura.

Budiyanto mengatakan, pengalaman target pelaksanaan yang belum dapat terealisasi hingga beberapa kali sebaiknya dijadikan tekad untuk segera melaksanakan jalan berbayar elektronik dengan lebih matang

"Dengan adanya rencana Pemda Prov. DKI yang akan mewujudkan pelaksanaan ERP tahun 2023, semoga dapat terlaksana dan mendapat dukungan dari masyarakat secara luas," ujar Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.