SPKLU Pertama di Labuan Bajo Resmi Beroperasi

Kompas.com - 13/12/2021, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, PT PLN (Persero) kembali menambah jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang merupakan unit perdana di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, kehadiran SPKLU pertama di NTT merupakan upaya mendukung terwujudnya Electrifying Lifestyle yang juga wujud komitmen membangun ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.

"Hadirnya SPKLU ini dapat mendukung terwujudnya electrifying lifestyle di masyarakat dan mendukung para pengusaha penyedia kendaraan listrik dalam menyediakan kendaraan listrik," kata Bob yang disitat dari keterangan resmi, Minggu (12/12/2021).

Selain itu, kehadiran SPKLU di Labuan Bajo juga merupakan dukungan dari Program Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yang salah satunya mencanangkan penggunaan energi bersih dan kendaraan listrik untuk menyambut KTT G-20 pada tahun 2022.

Baca juga: Viral Ujian SIM C Indonesia Disebut Sulit, Ini Kata Pakar Keselamatan

SPKLU perdana di NTT berada di Lapangan Parkir Wisata Kampung Ujung, Kota Labuan Bajo, NTT. Layananya menggunakan konsep self service, dan pengguna dapat melakukan pengisian baterai kendaraan listriknya sendiri sesuai dengan petunjuk yang ada.

SPKLU PLNPLN SPKLU PLN

Dari segi teknis, SPKLU tersebut mengusung konsep fast charging berdaya DC 50 kW dan AC 22 KW. Untuk pengisian dari 0 persen sampai penuh atau 100 persen, diklaim hanya membutuhkan waktu 2 jam yang tentunya menyesuaikan kapasitas baterai dari kendaraan pengguna.

Bob menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik jauh lebih efisien dibanding kendaraan konvensional, dengan perbandingan setiap satu liter BBM setara dengan 1,3 kilo Watt hour (kWh) listrik.

Harga BBM per satu liter sekitar Rp 7.000-Rp 8.000, sementara tarif listrik per satu kWh hanya sekitar Rp 1.400-an. Dengan demikian berarti penggunaan kendaraan listrik lebih murah seperlima dibandingkan pemakaian satu liter bensin.

"Jika pemakaian satu liter BBM hanya bisa menempuh sekitar 10-12 km, di mana ongkos satu liter bensin sekitar Rp 8.000. Adapun jarak tempuh per liter bensin setara dengan konsumsi listrik sebesar 1,3 kWh, di mana harga listrik per kWh hanya sekitar Rp 1.400-an," ujar Bob.

Baca juga: Catat, 4 Ruas Tol Ini Berlakukan Ganjil Genap Saat Libur Nataru

SPKLU PLNPLN SPKLU PLN

"Sehingga menggunakan kendaraan listrik untuk menempuh jarak antara 10-12 km menghabiskan biaya Rp. 1.820 saja," katanya.

Lebih lanjut Bob menjelaskan, PLN akan terus menambah titik lokasi SPKLU di NTT, sehingga keberadaan fasilitas kendaraan listrik akan lebih merata dan menciptakan daya tarik masyarakat.

"Kami akan terus menambah titik SPKLU di Nusa Tenggara Timur, seperti di Kota Kupang, Kota Ende, Kota Maumere dan Kota Waingapu untuk mendukung menciptakan ekosistem kendaraan listrik," kata Bob.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.