Kompas.com - 11/12/2021, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengendarai kendaraan di jalan raya, selain membutuhkan skill dalam berkendara juga dibutuhkan pemahaman terhadap aturan lalu lintas yang berlaku.

Salah satunya yakni mengetahui tata cara berbelok atau berbalik arah. Pada saat akan berbelok atau berbalik arah, pengemudi wajib menyalakan lampu sein. Jika pengemudi lalai dan tidak menyalakan lampu sein maka akan dikenakan sanksi atau denda.

Baca juga: Dikira Lupa, Toprak Razgatlioglu Tegur Bos Yamaha Indonesia

Aturan penggunaan lampu sein sudah tertulis jelas dalam Pasal 112 Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (UU LLAJ).

Tepatnya pada pasal (1) yang menjelaskan bahwa lampu isyarat atau sein merupakan hal yang wajib sebelum berbelok.

Menggunakan lampu sein ada etika dan aturannya.KOMPAS.com/Ruly Menggunakan lampu sein ada etika dan aturannya.

“Pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.”

Baca juga: Rossi Akan Balapan di GT World Challenge Europe Pakai Audi R8

Sedangkan pada ayat (2) peraturan yang sama juga dijelaskan bahwa:

“Pengemudi Kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat.”

Bagi pengendara atau pengemudi yang tidak menyalakan lampu sein saat akan berbelok juga akan dikenakan sanksi berupa denda. Denda yang dijatuhkan kepada pelanggar yakni sebesar Rp 250.000 atau kurungan penjara paling lama satu bulan.

Menggunakan lampu sein atau isyarat di jalan ada etika dan aturannya.KOMPAS.com/Ruly Menggunakan lampu sein atau isyarat di jalan ada etika dan aturannya.

Aturan ini sebagaimana diatur dalam undang-undang yang sama pada Pasal 294. Pasal tersebut menjelaskan bahwa pengendara wajib memberikan isyarat saat hendak berbelok. Jika pengendara tidak menyalakan lampu isyarat, bisa didenda sebesar Rp 250.000.

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang akan membelok atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Baca juga: Komparasi Yamaha R15M dan Suzuki GSX-R150

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.