Waspada Hujan dan Angin Kencang, Jangan Neduh di Bawah Pohon

Kompas.com - 07/12/2021, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, cuaca di Jakarta dan sekitarnya sering kali dilanda hujan deras. Bahkan, sempat juga disertai dengan angin kencang.

Angin kencang ini tentu berbahaya bagi semua pengendara, khususnya motor. Sebab, hujan deras yang disertai angin kencang sering kali membuat pohon-pohon besar menjadi tumbang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo)

Selain itu, banyak juga tiang papan iklan atau billboard yang patah dan rubuh. Benda-benda keras yang berterbangan tertiup angin juga menjadi berbahaya jika sampai mengenai pengendara.

Baca juga: Angin Kencang di Jakarta, Waspada Pohon Tumbang Saat Berkendara

Dalam kondisi tersebut, sebaiknya pertimbangkan lagi niat untuk tetap berkendara. Ada baiknya pertimbangkan keselamatan sebagai yang utama. Jangan memaksakan untuk melanjutkan perjalanan dan segera mencari tempat aman untuk berteduh.

Pohon yang sedang parkir di Jalan A Yani Kecamatan Kaliwates Jember tertimpa pohon saat hujan deras disertai angin pada Rabu (27/10/2021) Kontributor Jember, Bagus Supriadi Pohon yang sedang parkir di Jalan A Yani Kecamatan Kaliwates Jember tertimpa pohon saat hujan deras disertai angin pada Rabu (27/10/2021)

Namun, jangan berteduh atau berlindung di underpass atau di bawah jembatan penyebrangan. Tempat tersebut juga tidaklah aman.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant, mengatakan, seharusnya ketika sudah mulai terlihat akan turun hujan yang lebat dan berskala tinggi, sebaiknya pengendara apapun urungkan niat untuk jalan. Terutama bagi pengendara motor.

"Bagi pengemudi motor yang sudah terlanjur berada di perjalanan saat turun hujan, jangan berteduh di bawah pohon ataupun di halte yang semi permanen," ujar Sony, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jangan Asal Gas di Tengah Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Sony menambahkan, akan lebih baik berteduh di tempat yang memiliki konstruksi bangunan yang kokoh, seperti ruko atau mini market.

Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang akibat cuaca ekstrem. Hujan deras disertai kilat.SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYA Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang akibat cuaca ekstrem. Hujan deras disertai kilat.

"Apabila berteduh di bawah pohon, lampu penerangan jalan, atau bangunan yang sifatnya tidak kokoh, berisiko kejatuhan benda keras jika ada embusan angin kencang," kata Sony.

Hal senada disampaikan oleh Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu. Dia mengatakan, ketika musim hujan pengendara motor perlu waspada terhadap ancaman tertimpa benda keras dari sisi atas, seperti reklame, lampu penerangan jalan, dan juga pohon.

“Bilamana terpaksa untuk berkendara, pastikan perlengkapan yang dibawa pada saat hujan sudah lengkap. Jangan gunakan jas hujan model ponco, karena dapat membahayakan keselamatan karena bisa masuk ke dalam celah roda atau menutupi lampu rem belakang ketika berboncengan,” ujar Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.