Transjakarta Alami 502 Kecelakaan hingga Oktober, Begini Respons BPTJ

Kompas.com - 07/12/2021, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transjakarta resmi menghentikan sementara operasional 229 bus imbas dua kecelakaan yang terjadi pada Kamis dan Jumat (2-3/12/2021). Adapun dari jumlah tersebut, 119 unit berasal dari operator Steady Safe dan sisanya 110 unit dari Mayasari Bhakti.

Namun, yang mengejutkan, insiden yang dialami armada transportasi umum perkotaan di DKI ini ternyata cukup banyak. Berdasarkan data, dari Januari sampai Oktober 2021 terjadi 502 kecelakaan yang dialami bus transjakarta.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Transjakarta Yama Aditya. Bahkan, dijelaskan mayoritas disebabkan bus yang menabrak obyek tertentu atau kecelakaan tunggal sebanyak 88 persen, sisanya 12 persen bus diserempet atau ditabrak kendaraan lain.

"Ini (data kecelakaan) belum termasuk yang kemarin di bulan November," ucap Yana dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, yang disitat dari Megapolitan.Kompas.com, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Belajar dari Kejadian Transjakarta Tabrak Pos Polisi, Jangan Simpan Barang di Ruang Kaki Sopir

Meski angkanya cukup besar bagi sebuah transportasi umum perkotaan yang melayani masyarakat setiap hari, Yana mengeklaim secara umum trennya menurun.

Bus Transjakarta kecelakaan hingga menabrak Pos Polisi di Jalan Meyjen Sutoyo,  Cililitan,  Jakarta Timur, Kamis (2/12/2021).INSTAGRAM/@TMCPoldaMetro Bus Transjakarta kecelakaan hingga menabrak Pos Polisi di Jalan Meyjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (2/12/2021).

Pada Januari 2021, ada 75 kecelakaan, di Februari menjadi 63 kecelakaan, 72 kasus di Maret, 55 di April, 54 di Mei, 48 kecelakaan di Juni, 44 di Juli, 22 kasus di Agustus, 42 di September, dan 27 insiden di Oktober.

Sementara untuk kecelakaan paling banyak, melibatkan bus yang dimiliki PPD sebesar 34 persen. Setelah itu Mayasari 32 persen, Steady Safe 16 persen, 13 persen Kopaja, Transwadaya 3 persen, 1 persen Pahala Kencana, dan Bianglala 1 persen.

Hal ini cukup miris karena bicara soal kecelakaan transportsi umum di darat tak hanya mengancam nyawa penumpang, tetapi juga pengguna jalan lain. Apalagi, melihat dari beberapa kasus disebabkan keteledoran pengemudinya.

Baca juga: Nasib Perpanjangan Diskon PPnBM Mobil Baru pada 2022

Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Terkait masalah ini, perusahaan juga sudah menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan audit pada semua sektor operasional. Mulai dari sopir yang bertugas, jalanan, sampai kesiapan armada yang dioperasikan.

Menurut Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo, upaya investigasi wajib dilakukan mengingat kecenderungan tingginya angka kecelakaan yang dialami armada transjakarta.

"Hal ini mengingat peristiwa kecelakaan transportasi khususnya menyangkut angkutan umum massal tidak pernah disebabkan karena satu faktor, pasti multifaktor dan hal itu hanya bisa diungkap dengan investigasi secara menyeluruh," ucap Budi saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Pengendara Motor Terobos Palang Pelintasan KA Berujung Pengeroyokan

Bus Transjakarta menabrak separator jalur di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (6/12/2021).Dokumentasi Pribadi Bus Transjakarta menabrak separator jalur di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (6/12/2021).

"Transjakarta dan Pemprov DKI nantinya diminta dapat menindaklanjuti semua hasil investigasi KNKT dengan pembenahan-pembenahan yang tuntas. Penegakan keselamatan secara langsung berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap layanan angkutan umum massal seperti transjakarta," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.