Kecelakaan Truk Tronton di Salatiga, Diduga Akibat Rem Blong

Kompas.com - 30/11/2021, 19:12 WIB
Kecelakaan di JLS Salatiga menyebabkan seorang anggota Polres Salatiga meninggal dunia. KOMPAS.com/ISTKecelakaan di JLS Salatiga menyebabkan seorang anggota Polres Salatiga meninggal dunia.

SALATIGA, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan truk tronton menabrak lima kendaraan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Jawa Tengah, Senin (29/11/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dugaan awal, truk tronton tersebut mengalami rem blong. Akibatnya, truk tronton ini menabrak truk lain di depannya, lalu melaju hingga melewati median jalan dan menabrak empat mobil dari arah berlawanan. Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Menanggapi fenomena rem blong pada truk, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan menegaskan pentingnya melakukan pre-inspection alias pengecekan awal sistem pengereman tiap sebelum berangkat mengemudi. Tidak terbatas pada truk tronton, tapi untuk seluruh jenis truk.

Baca juga: Berapa Denda yang Harus Dibayar Penunggak Pajak Kendaraan?

Pada materi diskusi yang dibagikan Wildan belum lama ini, ada beberapa komponen sistem pengereman yang wajib dicek. Untuk sistem rem Full Hydraulic Brake (FHB) dan Air Over Hydraulic (AOH) pastikan minyak rem tidak merembes dan terisi sesuai batas.

Lakukan penggantian minyak rem secara berkala, hindari mencampurkan minyak rem dengan spesifikasi berbeda. Wildan juga mengingatkan untuk memeriksa selang minyak rem serta master rem tetap dalam kondisi prima.

Ilustrasi truk lansiran HinoKompas.com/Setyo Adi Ilustrasi truk lansiran Hino

Lalu, pastikan pedal rem normal. Lampu indikator vakum juga tidak menyala. Injak pedal rem beberapa kali untuk memastikan tidak ada kevakuman yang tertinggal pada booster rem untuk kendaraan yang dilengkapi booster.

Baca juga: Skema Kredit Xenia Model Baru, Cicilan Mulai Rp 3 Jutaan

Masuk ke kolong truk, Wildan menjelaskan bahwa sistem pengereman yang sehat tidak ada tetesan minyak rem. Pastikan kondisi kampas rem baik. Cakram rem serta tromol juga dalam kondisi prima.

Untuk sistem pengereman Full Air Brake (FAB) atau rem angin, coba nyalakan mesin dan periksa indikator tekanan rem angin normal. Jangan sampai jarum penunjuk berada di warna merah.

Lalu cek air tank dengan cara tarik tuas udara di bawah air tank, pastikan tidak ada tetesan air. Yang terakhir, periksa brake chamber dan slack adjuster.

Baca juga: Polri Bangun Pos Pengawasan Selama Nataru, Pengendara Wajib Bawa SKM

Saat melakukan berbagai pengecekan tersebut, parkirkan truk di lokasi yang aman dengan kontur datar. Matikan mesin, kunci kontak dalam posisi off, dan transmisi netral. Aktifkan rem parkir dan ganjal ban sebagai tindakan berjaga-jaga agar tetap aman.

Wildan menilai, dengan sikap yang disiplin untuk selalu melakukan pengecekan kondisi sistem rem sebelum berangkat mengemudi, risiko kecelakaan akibat gagal rem bisa berkurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.