Buka Koridor Baru, Bis Kita Trans Pakuan Pakai Bus Ramah Difabel

Kompas.com - 29/11/2021, 18:41 WIB
Bus Kita Trans Pakuan resmi mulai beroperasi di Bogor, Selasa (2/11/2021). Moda transportasi ini selain akan menggantikan angkot juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga di Kota Bogor. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOBus Kita Trans Pakuan resmi mulai beroperasi di Bogor, Selasa (2/11/2021). Moda transportasi ini selain akan menggantikan angkot juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga di Kota Bogor.

BOGOR, KOMPAS.com – Bis Kita Trans Pakuan, layanan bus perkotaan dengan layanan Buy The Service (BTS) sudah beroperasi sejak awal November 2021. Saat itu, baru ada satu koridor, yakni Koridor 5 (K5) dengan rute Stasiun KA Bogor – Ciparigi.

Pada hari Minggu (29/11/2021), Bis Kita Trans Pakuan meluncurkan Koridor 6 (K6) dengan rute Parung Banteng – Air Mancur Bogor. Terdapat tambahan 10 unit bus yang beroperasi di K6, termasuk beberapa unit model low entry yang ramah difabel.

“Selain bus biasa, ada bus untuk disabilitas, bisa kursi roda juga sepeda untuk teman-teman bike to work,” ucap Wali Kota Bogor Bima Arya dikutip dari Instagram pribadinya, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Kupas Fitur Unggulan Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Terbaru

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bima Arya (@bimaaryasugiarto)

 

Perbedaan dari bus yang ramah difabel dengan yang biasa ada pada bagian belakang. Pintu belakang bus baru ini punya lantai yang rendah serta ada ramp untuk memasukkan kursi roda atau sepeda ke kabin.

Jika diperhatikan, bagian belakang ini lebih rendah dari dek bus. Selain itu, di bagian belakang bisa memuat satu kursi roda atau empat sepeda. Kemudian di belakangnya juga ada bangku tambahan untuk orang duduk.

Perbedaan lainnya adalah posisi pintu yang ada di belakang. Mengingat untuk bus yang pertama datang, posisi pintunya ada di tengah, bukan di belakang.

Baca juga: Mobil Listrik Suzuki Meluncur 2025, Harga Mulai Rp 127 Jutaan

Kemudian, kaca belakang juga dibuat lebih besar, sehingga pandangan penumpang ke arah belakang jadi lebih luas. Tentunya ini membuat kabin terasa luas, karena cahaya dari luar ikut membantu menerangi kabin saat siang.

Sampai saat ini, penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis untuk menikmati layanan Bis Kita Trans Pakuan. Namun penumpang harus siapkan kartu uang elektronik sebagai cara untuk naik bus dan satu kartu bisa digunakan lebih dari satu orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.