Cara Agar Tidak Ada Lagi Mobil yang Tertusuk Pagar Pembatas Jalan

Kompas.com - 22/11/2021, 15:12 WIB
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Banda Aceh - Meulaboh, tepatnya di Desa Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Minggu (21/11/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.
Mobil Brio dengan pelat nomor BL 1840 C menabrak besi pembatas jalan yang menembus sisi kiri mobil hingga ke belakang. Serambinews.comKecelakaan tunggal terjadi di Jalan Banda Aceh - Meulaboh, tepatnya di Desa Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Minggu (21/11/2021) sekitar pukul 12.30 WIB. Mobil Brio dengan pelat nomor BL 1840 C menabrak besi pembatas jalan yang menembus sisi kiri mobil hingga ke belakang.

ACEH, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Banda Aceh-Meulaboh, tepatnya di Desa Layeun, Kecamatan Leuping, Aceh Besar, pada Minggu (21/11/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.

Mobil jenis city car menabrak pagar besi pembatas jalan hingga mobil tersebut tertusuk seperti disate. Besi dengan lebar sekitar 30 sentimeter menancap area mesin hingga menembus jok baris kedua dan menjulur keluar lewat kaca belakang mobil.

Mengutip Kompas.com, kecelakaan ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Dugaan penyebab kecelakaan adalah pengemudi yang mengantuk.

Baca juga: Cara Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Harus ke Samsat

Kecelakaan hingga membuat kendaraan dalam posisi seperti disate pagar pembatas jalan disebabkan belum adanya keberadaan crash cushion alias peredam tumbuk di tiap ujung pagar pembatas.

Crash cushion sendiri kerap terlihat di pagar pembatas jalan baik tol maupun jalan arteri yang dinilai rawan kecelakaan. Bentuknya berupa perangkat tumpul yang diberi warna kuning terang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi crash cushion pada ujung pagar pengaman jalan di Tol Solo-Ngawi. Ilustrasi crash cushion pada ujung pagar pengaman jalan di Tol Solo-Ngawi.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan menjelaskan, KNKT merekomendasikan penggunaan crash cushion di jalanan Indonesia dilatarbelakangi kasus kecelakaan mobil saat Lebaran 2018 di Ruas Tol Solo-Ngawi.

Baca juga: WSBK Baru Rampung, MGPA Langsung Bersiap buat MotoGP 2022

Mobil tersebut tertusuk end guardrail alias ujung pagar pengaman yang berbentuk seperti sirip ikan dengan ujung runcing. Kecelakaan ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia.

"Pada saat investigasi, KNKT mencermati bentuk terminal end guardrail yang berbentuk sirip ikan dan cukup runcing untuk dapat menusuk kendaraan yang menabrak dari depan. Atas hal tersebut diterbitkanlah rekomendasi tersebut (crash cushion)," kata Wildan belum lama ini.

Ia mengatakan bahaya mobil tertusuk pagar pembatas jalan bisa dihilangkan berkat perangkat tersebut. Oleh sebab itu diharapkan seluruh pengelola jalan baik tol maupun non-tol segera memasang crash cushion di tiap pagar pembatas jalan, demi menekan fatalitas kecelakaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.