PLN Minta Tambahan Insentif untuk Mobil Listrik

Kompas.com - 22/11/2021, 08:31 WIB
SPKLU PLN PLNSPKLU PLN

Pemerintah juga bisa mengurangi beban current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan yang terus tergerus dengan impor minyak mentah dengan menggunakan mobil listrik. Terlebih lagi, saat ini PLN memiliki cadangan daya atau reserve margin mencapai 35 persen.

"Dengan reserve margin yang begitu tinggi, mobil listrik mungkin bisa membantu dari sisi current account deficit," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah akan terus mendorong sektor transportasi untuk berpindah ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Baca juga: Toyota Pede Camry Hybrid Jadi Pilihan Sedan Ramah Lingkungan

Namun, di sisi lain, Airlangga mengakui bahwa mobil listrik saat ini masih memiliki kendala utama, yakni terkait harga jual yang lebih tinggi 30 persen dari harga mobil konvensional.

"Memang dari seri harga EV (electric vehicle) memang lebih mahal 30-40 persen dibandingkan mobil ICE (internal combustion engine)," kata Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.