Kompas.com - 18/11/2021, 08:12 WIB
Hino R 260 di GIIAS 2021 DOK. PT HMSIHino R 260 di GIIAS 2021

“Dampak oli mesin berkualitas rendah adalah membuat komponen lecet, engine noise, dan daya tahan buruk sehingga biaya pemeliharaan tinggi. Untuk itu kami hadirkan HGO yang sudah mengandung komponen aditif yang lengkap untuk kendaraan bisnis customer, dan pastikan selalu menggunakan Hino Genuine Oil agar bisnis lebih efisien,” ucap Santiko Wardoyo, COO-Director PT Hino Motors Sales Indonesia dalam siaran resmi yang Kompas.com terima, Rabu (17/11/2021).

Mesin Hino Bus Mumpuni Jalur Trans Jawa

Mesin Hino Bus dirancang untuk beroperasi di segala jalan dan operasional, termasuk di Jalan Tol Trans Jawa. Karena dari data uji yang dilakukan di Tol Trans Jawa dari Jakarta ke Surabaya (PP).

Dua produk Hino bus, yakni R 260 dan RN 285 di tes pergi-pulang dengan trayek Jakarta-Surabaya. Kedua bus digeber dengan kecepatan operasi di atas 100 kpj terus menerus.

Temperatur oli mesin, dan rata-rata oli di mesin hampir sama atau tidak ada pengurangan, dan jauh dari batas titik nyala oli (±230 derajat celsius). Laju pendinginan radiator Hino Bus, baik itu RN 285 dan R260 berkisar antara 25 derajat celsius - 30 derajat celsius.

Artinya menunjukan hasil yang lebih baik dari laju pendinginan radiator brand lain yang hanya berkisar 10 derajat celsius walaupun mesin Hino memiliki kuantitas oli yang lebih sedikit, dan melaju dengan kecepatan tinggi secara terus menerus di Tol Trans Jawa.

Baca juga: Simulasi Kredit Daihatsu All New Xenia, Angsuran Mulai Rp 3 Jutaan

Terpenting dari tes ini, Hino Bus RN 285 dan R 260 mendapatkan hasil konsumsi bahan bakar yang lebih baik dari pesaingnya, berkisar 11 persen untuk Hino Bus R 260 dan Hino Bus RN 285 di angka 7 persen.

Dari sisi operasional cost, perbandingan biaya ganti oli selama satu tahun juga lebih hemat seperti Hino Bus R 260 lebih hemat 78 persen bila dibandingkan brand lain.

“Hino memiliki lubang pelumasan pada Oil Gallery untuk mendinginkan piston. Ini akan meningkatkan efisiensi pendinginan dibandingkan dengan tipe piston tanpa oil gallery. Piston dengan cooling gallery, 50 persen panas dari piston akan ditransfer ke minyak pelumas. Kualitas minyak pelumas memainkan peran penting seperti memiliki lebih sedikit deposit dan ketahanan oksidasi yang tinggi seperti HGO,” kata Irwan Supriyono, After Sales Director HMSI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.