Rutin Training Ban Kendaraan Cegah Risiko Ban Meledak

Kompas.com - 14/11/2021, 13:01 WIB
Ban meledak tiba-tiba bisa berakibat fatal. Ban meledak tiba-tiba bisa berakibat fatal.

JAKARTA, KOMPAS.com Ban yang terlalu lama tidak digunakan akibat kendaraan sering menganggur di garasi bisa berpotensi mengalami pelapukan.

Ini disebabkan pengembunan dari lantai menyusup masuk melalui pori-pori ban hingga ke casing ban, baik yang terbuat dari kawat baja pada ban jenis radial maupun benang nilon pada ban jenis bias.

Proses pelapukan akibat ban jarang di-training sering menyebabkan ban meledak secara tiba-tiba jika mengalami pemanasan temperatur saat digunakan pada perjalanan jarak jauh antar kota dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Ini Lokasi Operasi Zebra Jaya di Kota Bekasi Mulai Senin

Hal ini mendasari Bambang Widjanarko, Tire & Rim Engineer sekaligus Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah & DIY, menyarankan agar para pemilik yang mempunyai kendaraan menganggur tidak abai dengan bannya.

Kondisi ban mobil seorang mobil pemudik asal Tangerang yang meletus saat tengah melintas di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Selasa (12/6/2018). Kompas.com/Alsadad Rudi Kondisi ban mobil seorang mobil pemudik asal Tangerang yang meletus saat tengah melintas di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Selasa (12/6/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terus terang saya mengkhawatirkan bahaya akan banyak terjadi kasus ban meledak setelah kendaraan jarang digunakan beraktivitas selama pandemi yang sudah hampir 2 tahun," kata Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (13/11/2021).

"Kasus ban meledak di jalan tol sebelumnya sudah sering dialami mobil mewah yang berfungsi sebagai second car atau mobil yang hanya digunakan pada event tertentu saja sehingga ban jarang ter-training atau ban yang sering mengalami kondisi kekurangan tekanan udara," ucapnya lebih lanjut.

Baca juga: Masih Banyak yang Belum Tahu, Ini Bedanya MotoGP dan WSBK

Mengingat Indonesia mulai memasuki musim penghujan, ban yang jarang di-training bakal lebih mudah pecah akibat kerap terbentur jalan yang tidak rata atau berlubang. Sebab umum ditemui jalanan di Indonesia cepat rusak ketika musim tersebut.

Tekanan udara ban truktruckmagz.com Tekanan udara ban truk

Bambang mengingatkan pada para pemilik agar rutin men-training ban dengan mengendarai kendaraan tersebut berkeliling di lingkungan sekitar, tidak cuma memanaskan mesinnya di tempat lalu membiarkannya bertumpu pada satu bagian ban secara terus-menerus.

Tentu hal ini juga perlu diperhatikan bagi para pemilik kendaraan niaga. Sebab kecelakaan bus dan truk akibat ban meledak juga tidak jarang terjadi.

Baca juga: Pakai Motor Custom, Jokowi Sulit Libas Karakter Tikungan di Sirkuit Mandalika

Para pemilik kendaraan niaga bisa melakukan strategi membagi rata muatan sehingga tiap unit punya kesempatan untuk berjalan. Jika memang benar-benar tidak ada order sama sekali, disarankan mengganti ban ketika hendak berjalan.

"Justru yang potensi ban meledak bus pariwisata yang selama pandemi jarang jalan. Maka disarankan untuk mengganti ban saat hendak berjalan kembali," ujar Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.