Rasio Kepemilikan Kendaraan Bermotor di Indonesia Masih Rendah

Kompas.com - 11/11/2021, 15:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri otomotif nasional memiliki peluang untuk terus bertumbuh karena memiliki potensi besar dengan rasio kepemilikan kendaraan yang masih rendah.

Pada kendaraan roda empat misalnya, rasio kepemilikan baru berada pada level 9 banding 100 orang. Sementara pada negara sekitarnya atau ASEAN, sudah cukup tinggi seperti Thailand.

"Rasio kepemilikan kendaraan motor di Indonesia masih rendah. Jika kami bicara kepemilikan pada roda empat rasio itu kepemilikannya itu 9 banding 100 orang, masih sangat kecil dan sedikit," katanya, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Akhir 2022 Vespa Bakal Dirakit Lokal, Harga Jadi Lebih Murah?

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

Sementara untuk rasio kepemilikan kendaraan roda dua di Indonesia, lanjut Agus, perbandingannya 1 dibanding 6. Sehingga peluang untuk berbisnis di Tanah Air masih terbuka luas.

"Ini merupakan hal yang baik bagi para produsen otomotif, dan masih memiliki potensi yang besar untuk mengisi pasar yang masih kosong," kata dia.

Pertumbuhan penjualan motor juga didukung penyataan Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) yang memprediksi adanya pertumbuhan di pasar domestik pada tahun 2022, dari 4,6 juta unit pada tahun ini, menjadi 5,1 juta sampai 5,4 juta unit.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan potensi peningkatan penjualan motor pada tahun depan terlihat dari realisasi penjualan hingga September tahun ini yang sudah mencapai 3.761.407 unit, tumbuh hampir 31 persen dibandingkan periode sama tahun lalu..

Baca juga: Layanan Uji Emisi Gratis Bikin Macet, DLH DKI Jakarta Setop Sementara

Penjualan motor selama Telkomsel IIMS 2019 mencapai lebih dari seribu unit.Kompas.com/Donny Penjualan motor selama Telkomsel IIMS 2019 mencapai lebih dari seribu unit.

"Sebelumnya kami prediksi 4,3 juta-4,6 juta unit. Kami harapkan tren positif itu berlanjut ke tahun depan yang kami prediksi akan tumbuh 2 persen sampai 8 persen atau 5,1 juta-5,4 juta unit," kata Sigit.

Sedangkan untuk penjualan mobil, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mematok target penjualan sebanyak 750.000 unit mobil baru pada tahun ini.

Didukung kebijakan Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP), Gaikindo optimistis target penjualan dapat terpenuhi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.