Begini Cara Menutup Kap Mesin Mobil yang Benar, Jangan Dibanting

Kompas.com - 29/10/2021, 10:12 WIB
Peredam tutup kap mesn Grand New Veloz Stanly/OtomaniaPeredam tutup kap mesn Grand New Veloz

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai melakukan pengecekan pada sektor mesin atau bagian lainnya yang berada di dekatnya, tentu kap mesin perlu ditutup kembali. Ternyata menutup kap mesin tidak bisa asal.

Ada teknik yang perlu diperhatikan saat menutup kap mesin. Sebab jika salah melakukannya, ada risiko merusak struktur bagian tersebut. Umumnya orang-orang akan menutup kap mesin menggunakan 2 cara.

Pertama adalah membantingnya hingga kap terkunci dengan sendirinya. Lantas cara kedua adalah menekan kap mesin saat posisinya sudah menutup agar sistem pengunci dapat terkait.

Lantas apakah kedua cara tersebut sudah benar?

Baca juga: Catat, Ini Biaya Uji Emisi Mobil dan Motor di Jakarta

Bambang Supriyadi, Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan bahwa pada buku pedoman kepemilikan mobil sebetulnya sudah dicantumkan cara menutup kap mesin yang benar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Rekomendasi pabrikan adalah dengan dijatuhkan dari jarak sekitar 20 sampai 30 cm, tidak perlu sampai dibanting,” ujar Bambang kepada Kompas.com belum lama ini.

Kap Toyota Avanza yang sedang dipasangi peredam berbahan alumunium.Ghulam/Otomania Kap Toyota Avanza yang sedang dipasangi peredam berbahan alumunium.

Ini disebabkan kap mesin pada umumnya memiliki bobot cukup berat sehingga tanpa perlu dorongan atau bantingan, gaya gravitasi akan membuat kap menekan pengait kunci dengan sendirinya.

Menekan atau membanting kap mesin secara berulang-ulang bisa menyebabkan permukaan kap jadi tidak normal, parahnya bisa saja panel kap akan penyok atau bengkok.

Baca juga: Orang Ini Beruntung Dapat Helm Rossi di GP Misano Kedua

Senada, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi turut mengatakan bahwa idealnya kap mesin dilepas pada ketinggian sekitar 20 sampai 30 cm, tergantung bobot kap mesin.

“Kalau ditekan ada potensi penyok atau malah berpotensi kerusakan pada mekanisme lock dan kap mesin itu sendiri. Namun kembali kepada besarnya tekanan, berat atau ringan kap mesin dan konstruksinya,” kata Didi.

Jangan lupa, saat ingin menutup kap mesin pastikan tidak ada orang di sekitar atau tangan yang masih menyentuh bagian depan mobil. Tentu tidak ingin ada orang yang jari tangannya terjepit kap mesin mobil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.