Alasan Mobil Baru Condong Menggunakan Sistem Penggerak Roda Depan

Kompas.com - 16/10/2021, 09:12 WIB
Toyota Sienta tanpak samping, diperlihatkan berpenggerak roda depan. coolaler.comToyota Sienta tanpak samping, diperlihatkan berpenggerak roda depan.

Regulasi ini tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 2019, di mana penghitungan PPnBM tidak lagi ditentukan dari bentuk bodi seperti sedan atau bukan, penggerak 4x2 atau 4x4, dan sebagainya.

Regulasi tersebut kemudian mendapat revisi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2021, terkait PPnBM untuk mobil listrik murni (BEV), hybrid, PHEV, maupun fuel cell.

Baca juga: Viral, Video Isuzu Panther Alami Diesel Runaway di Jalan Tol

Dengan adanya aturan tersebut apabila emisi sebuah kendaraan rendah, maka PPnBM-nya ikut rendah. Sebaliknya jika emisi yang dikeluarkan besar, maka PPnBM-nya akan semakin besar.

Hal ini tentu saja akan lebih menguntungkan bagi pemilik kendaraan yang memiliki efisiensi gas buang yang lebih bagus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.