Kompas.com - 07/10/2021, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan otomotif asal Korea Selatan (Korsel) berpotensi besar bisa mengalahkan dominasi pabrikan kendaraan bermotor Jepang di Indonesia dalam peralihan ke era elektrifikasi.

Pasalnya, saat ini investasi yang dilakukan oleh perusahaan Korsel di bidang kendaraan listrik untuk Tanah Air, melalui Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution tidak main-main.

Pemerintah RI mencatat, total sudah ada investasi sebesar 1,1 miliar dolar AS atau Rp 15,6 triliun (kurs Rp 14.200) yang digelontorkan oleh kedua perseroan terkait untuk membangun pabrik baterai.

Baca juga: Carbon Tax Segera Berlaku, Apa yang Akan Terjadi pada Pasar Otomotif?

Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

Nilai tersebut sangat tinggi bila melihat beberapa tahun belakangan di sektor otomotif, sebagaimana dikatakan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.

Bahkan, saat ini Korsel untuk pertama kalinya menempati peringkat 3 besar dalam daftar negara asal Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia, dari sebelumnya hanya di posisi kelima atau keenam.

Sementara pabrikan kendaraan asal Jepang, masih terkesan lambat beralih ke kendaraan berbasis baterai murni. Hanya beberapa perseroan yang telah menyatakan siap melangkah ke sana, tapi dilakukan secara bertahap.

Memang, dalam lawatan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Jepang pada 10-11 Maret 2021 lalu, sebanyak Rp 11,2 triliun investasi baru telah ditangkap.

Baca juga: Alasan Merek Jepang Terkesan Kurang Bergairah Sambut Era Mobil Listrik

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

Jumlah ini merupakan komitmen dari Toyota Group, Mitsubishi Motors, Honda Motor Company, Mitsubishi Motors, dan Suzuki untuk persiapan elektrifikasi dan penambahan negara tujuan ekspor sampai 2025 .

Rinciannya, Toyota sebesar Rp 28 triliun, Mitsubishi Rp 11,2 triliun, Honda Rp 5,2 triliun, dan Suzuki Rp 1,2 triliun.

"Sehingga, Jepang yang sudah lama menjadi penguasa pasar otomotif di sini berkemungkinan bisa kehilangan peluang besar atas kendaraan listrik, disalip Korsel. Mereka harus cepat-cepat bergerak," kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) saat dihubungi pada Rabu (6/10/2021).

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.