Meski Bukan Pelanggaran, Bawa Sepeda di Kabin Tergolong Berbahaya

Kompas.com - 01/10/2021, 07:02 WIB
Sepeda listrik produksi Italjet Italia dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2015). IIMS 2015 diikuti lebih dari 50 merek mobil dan sepeda motor akan berlangsung hingga 30 Agustus mendatang.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOSepeda listrik produksi Italjet Italia dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2015). IIMS 2015 diikuti lebih dari 50 merek mobil dan sepeda motor akan berlangsung hingga 30 Agustus mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, ramai di media sosial video pengemudi mobil yang ditilang karena membawa sepeda di kabin. Menjadi ramai karena pengemudi merasa tidak bersalah.

Meskipun kabar terakhir menyebutkan kalau pihak polisi mengakui kesalahan tilang yang dilakukan termasuk pasal yang dikenakan. Pun, membawa sepeda di kabin sebenarnya tidak aman. Bahkan, bisa dikatakan juga tergolong  berbahaya.

Baca juga: Video Viral Mobil Ditilang karena Bawa Sepeda di Kabin, Polisi Akui Salah dan Minta Maaf

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, sebenarnya bila diikat dengan benar, sehingga tidak bergerak, maka aman.

Ilustrasi membawa sepeda menggunakan rak sepeda (bike rack)Pinterest Ilustrasi membawa sepeda menggunakan rak sepeda (bike rack)

"Membawa barang apa pun yang tidak terikat dengan baik, membahayakan saat tabrakan terjadi, karena bisa menjadi potensi bahaya," ujar Marcell, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Marcell menambahkan, saat gaya inertia menyebabkan barang-barang tersebut bisa mengenai pengemudi dan penumpang yang ada di kabin dan bisa menyebabkan cedera.

Baca juga: Sepeda Listrik Harley Ludes Cuma Seminggu

"Makanya, lebih aman memang membawa barang di mobil sedan, di mana barang berada di bagasi yang terpisah dengan kabin penumpang," kata Marcell.

Menurut Marcell, akan lebih aman jika menggunakan rak sepeda. Sebab, terpisah dari penumpang di kabin.

Minta Maaf

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan bahwa petugas tersebut ternyata salah dalam menerapkan pasal.

"Seharusnya, pasal 307 itu ditunjukkan pada kendaraan truk atau angkutan barang berpelat kuning yang membawa orang atau barang yang dimensinya terlalu tinggi atau terlalu besar sehingga berpotensi membuat kecelakaan," katanya.

Baca juga: Daihatsu Rocky dan Toyota Raize Versi Hybrid Segera Meluncur

Warga membawa sepeda non-lipat masuk di gerbong kereta MRT, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021). Sepeda non-lipat diperbolehkan masuk MRT pada jam khusus yaitu Senin-Jumat, dengan pengecualian jam sibuk pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 17.00-19.00 WIB.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Warga membawa sepeda non-lipat masuk di gerbong kereta MRT, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021). Sepeda non-lipat diperbolehkan masuk MRT pada jam khusus yaitu Senin-Jumat, dengan pengecualian jam sibuk pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 17.00-19.00 WIB.

 

"Sedangkan apabila akan menindak kendaraan berpelat hitam, seharusnya pakai pasal 283," lanjut Sambodo.

Beleid tersebut menyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dipengaruhi suatu keadaan dapat mengganggu konsentrasi berkendara bisa dilakukan tindakan.

"Apabila barang yg ada didalam kendaraan cukup besar sehingga mengganggu pandangan dan berpotensi membahayakan, itu termasuk. Tetapi, itu pun bila barangnya besar sehingga mengganggu pengemudi dalam melihat ke depan maupun spion kiri-kanan atau belakang ," kata Sambodo.

Atas kejadian ini, Polda Metro Jaya meminta maaf kepada masyarakat dan pihak terkait, serta mengingatkan kembali petugas di lapangan. Khususnya petugas yang ada di video tersebut, akan diberikan sanksi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.