Teknologi Wireless Charging buat Mobil Listrik Siap Meluncur

Kompas.com - 26/09/2021, 17:41 WIB
Taiwan rajai industri mobil listrik Dok. Pixabay.comTaiwan rajai industri mobil listrik
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengecasan mobil listrik saat ini masih terkendala jarangnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan lamanya proses pengisian daya.

Seiring berjalannya waktu, hambatan-hambatan tersebut mulai diminimalisir. Salah satunya lewat kemunculan teknologi SPKLU nirkabel.

Teknologi ini diprediksi bakal memudahkan pemilik mobil listrik dalam mengisi ulang daya. Namun wireless charging bagi mobil listrik disebut masih butuh waktu lama, sampai benar-benar bisa diandalkan.

Baca juga: Selain Avanza, Harga Dasar dan Varian Xenia Generasi Baru Juga Bocor

Wireless Charging Mini Cooper 5-DoorKompas.com/ApridaMegaNanda Wireless Charging Mini Cooper 5-Door

“Ini adalah teknologi yang layak, yang telah dikembangkan ke titik efisiensi yang sangat baik,” Johan Hellsing dari China Euro Vehicle Technology (CEVT), sekaligus pakar utama Motion & Energy di pusat inovasi untuk Zhejiang Geely Holding Group, dikutip dari Paultan (26/9/2021).

“Dengan kemampuan untuk mengisi daya pada 10 atau 20 kW, dan bahkan pada 75 kW, seperti yang dapat ditawarkan oleh satu perusahaan,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, dengan aspek teknis transfer daya nirkabel terus berkembang, diikuti juga dengan peningkatan tarif dan efisiensi, belum tentu diikuti dengan minat konsumen menggunakan teknologi ini.

Baca juga: Mengaku Anggota DPRD Minta Lolos Ganjil Genap Puncak, Tetap Diputar Balik

Ilustrasi tempat pengecasan mobil listrik.PIXABAY.com Ilustrasi tempat pengecasan mobil listrik.

Apalagi Hellsing juga memprediksi, bahwa pengguna saat ini belum keberatan mengecas mobil listrik dengan kabel dan mencolokkannya ke SPKLU.

Menurutnya, banyaknya aksesibilitas ke SPKLU membuat konsumen mobil listrik di Norwegia, salah satu pasar mobil listrik terbesar di dunia, belum begitu tertarik dengan teknologi wireless charging.

“Norwegia adalah contoh yang baik. Mereka memiliki penetrasi EV tertinggi di dunia, tetapi tidak ada yang meminta pengisian nirkabel,” ucap Hellsing.

"Beberapa tahun yang lalu saya pikir nirkabel akan diperlukan. Saya pikir dengan munculnya mobil otonom, di mana kendaraan dapat mengemudi sendiri untuk mengisi daya, kita harus melihat pengisian menjadi otomatis juga,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.