Rantai Keteng Motor Cepat Aus, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 26/09/2021, 15:21 WIB
Rantai mesin atau rantai keteng dari salah satu motor yang mengalami kerusakan total pada bagian mesin. Kompas.com/Alsadad RudiRantai mesin atau rantai keteng dari salah satu motor yang mengalami kerusakan total pada bagian mesin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam mesin sepeda motor, terdapat komponen penggerak yang disebut rantai keteng. Rantai ini jadi salah satu komponen vital pada motor.

Berbeda dengan rantai gir yang berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang, rantai keteng berperan sebagai penyalur tenaga dari crankshaft ke nokes as dalam mesin.

Cara kerjanya, crankshaft yang berputar mengikuti langkah kerja piston akan menggerakan rantai yang terhubung dengan gir di noken as.

Setelah noken as mendapatkan tenaga dari putaran yang disalurkan rantai keteng, noken as menyalurkan tenaganya untuk proses buka-tutup klep.

Karena tugasnya yang penting ini, rantai kenteng jangan sampai rusak seperti aus yang lebih cepat.

Baca juga: Jadi Rekan Setim, Dovizioso Sadar pada Perubahan Sifat Rossi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rantai keteng sendiri dapat aus disebabkan oleh sejumlah faktor. Rendra Kusumah, Kepala Bengkel Astra Motor Center Jakarta menjelaskan, sebagian kasus rantai keteng aus lebih cepat disebabkan oleh sikap pemilik motor yang salah dalam berkendara.

Ilustrasi rantai mesin atau kamrat atau keteng pada sepeda motorhttp://ag200central.com/ Ilustrasi rantai mesin atau kamrat atau keteng pada sepeda motor

"Rantai keteng bisa aus karena gesekan. Jika pengendara motor sering main RPM tinggi, maka akan lebih cepat juga ausnya karena gesekan makin tinggi," ujar Rendra kepada Kompas.com belum lama ini.

Meski begitu, Rendra mengatakan bahwa tidak banyak ditemukan pengendara yang memacu sepeda motornya dengan memainkan RPM tinggi terus-menerus. Ia menyebutkan penyebab utama rantai keteng bisa aus lebih cepat karena pemilik motor tidak rutin mengganti oli mesinnya.

Baca juga: Kucing Menyebrang di Tol, Tabrak atau Rem Mendadak?

"Bisa dari telat ganti oli, sehingga kualitas olinya menurun dan menyebabkan gesekan terjadi lebih berat," ungkap Rendra lebih lanjut.

Jika rantai keteng sudah aus, tentu penggantian harus segera dilakukan. Rendra menyarankan untuk melakukan penggantian rantai keteng sepaket dengan tensioner.

Penggantian secara sepaket ini disarankan dengan alasan agar kerja mesin lebih optimal dan rantai keteng yang baru tidak mudah aus kembali. Sebab ada contoh kasus rantai keteng lebih cepat aus karena tensioner sudah rusak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.