Usai Terguyur Hujan, Mobil Wajib Bilas Jangan Dicuekin

Kompas.com - 24/09/2021, 09:42 WIB
Ilustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesia dapat menyebabkan cuaca esktrem dengan curah hujan yang tinggi, serta berakibat pada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYAIlustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesia dapat menyebabkan cuaca esktrem dengan curah hujan yang tinggi, serta berakibat pada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca hujan kembali mengguyur di sejumlah daerah Indonesia. Pada masa seperti ini, umum jika mobil pribadi kembali diandalkan untuk menembus hujan.

Apalagi jika mobil memang menjadi sarana transportasi utama setiap hari.

Sayangnya masih ada sebagian orang yang menganggap hujan sebagai sarana cuci mobil gratis. Pemilik mobil berasumsi bahwa tidak masalah mobilnya terguyur hujan karena air dari langit akan membuat mobil tercuci otomatis.

Baca juga: Menerka Harga Jual Avanza Baru, Varian Termahal Tembus Rp 280 Juta

Padahal, asumsi tersebut merupakan kesalahan besar!

Christopher Sebastian, CEO Makko Group, menjelaskan bahwa air hujan akan berefek buruk pada bodi mobil. Sebab jika air hujan dibiarkan mengering dengan sendirinya pada bodi mobil, akan berdampak pada cat eksterior perlahan pudar.

Berkendara di saat hujanKompasOtomotif Berkendara di saat hujan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, mobil yang terguyur air hujan biasanya punya intensitas basah yang tidak merata di seluruh bodi. Belum lagi, air hujan ini punya kandungan asam serta debu dan kotoran yang melekat selama kendaraan bergerak di jalan.

Christoper menyarankan untuk membilas mobil yang terguyur hujan dengan air bersih ketika tiba di rumah. Jangan diamkan mobil diam semalam dalam kondisi basah sampai akhirnya bercak air mengering pada bodi dan kaca mobil. 

"Cukup dibilas saja bagian yang terkena hujan mengingat air hujan itu mengandung zat asam yang kurang bersahabat. Bilas pakai air biasa dan lap sampai benar-benar kering," ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: All New BR-V Meluncur, Bagaimana Nasib Model Lawasnya ?

Selain cat eksterior, membiarkan air hujan mengering dengan sendirinya pada mobil akan berimbas pada munculnya jamur pada kaca mobil. Jamur dapat muncul dari kotoran yang menempel di titik-titik air yang tidak dilap.

"Jadi ketika wiper bergerak, nampak ada bercak pada kaca. Kalau sudah terlalu banyak, tentu mengganggu jarak pandang pengemudi," kata Christoper menambahkan.

Dapat disimpulkan, abai membiarkan mobil yang kehujanan untuk mengering dengan sendirinya akan berimbas buruk pada sejumlah bagian di eksterior mobil.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.