Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Kontributor Ketiga Kematian di Indonesia

Kompas.com - 23/09/2021, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menciptakan keselamatan dalam berlalu lintas di jalan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung program Indonesia Youth Road Safety Warriors yang diinisiasi Indonesia Road Safety Partnership (IRSP).

Program yang berfokus terkait menciptakan budaya keselamatan berkendara tersebut, menekankan pada keperluan pendidikan pada kalangan muda seperti mahasiswa dan taruna di lingkungan Kemenhhub.

Dengan adanya kegitatan tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap bisa meningkatkan keselamatan jalan di Indonesia yang menjadi salah satu perhatian besar dari pemerintah.

"Seperti kita tahu tingkat kecelakaan jalan yang terjadi di Indonesia didominasi sepeda motor, dan yang paling banyak dialami anak muda usia 15-29 tahun," kata Budi dalam keterangan resminya, Rabu (22/9/2021).

Lantaran itu, menurut Budi diperlukan upaya pengendalian diri dari anak-anak muda, yang harus diimbangi keterampilan berkendara dan rasa empati yang tinggi terhadap pengguna jalan lain.

Baca juga: Human Error, Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas Paling Dominan

Lebih lanjut Budi mengatakan, ada empat sikap yang harus diterapkan untuk menjadi pengemudi yang baik, yakni kewaspadaan, kesadaran, prilaku, dan juga sikap antisipasi. 

Jeep GC Summit 2015 kecelakaan, Kamis (15/7/2021) Jeep GC Summit 2015 kecelakaan, Kamis (15/7/2021)

"Wajah sebuah bangsa juga terlihat dari perilaku para pengguna jalannya. Seperti halnya kita mengenal betapa tertibnya di Eropa, Australia, Korea, Jepang dan negara lainnya, saya pikir kita bisa lakukan itu. Saya berharap negara lain juga mengenal Indonesia sebagai negara yang tertib dan berempati di jalan," ujar Budi.

Presiden IRSP Elly Sinaga mengatakan, kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi kontributor kematian ketiga terbesar setelah dua penyakit, yakni jantung dan stroke.

"Berdasarkan data Korlantas Polri, dari sekitar 147 ribu kejadian kecelakaan pada tahun 2020, 46 persennya melibatkan kaum milenial (15-39 tahun), dan 80 persen dari kecelakaan terjadi pada motor," kat Elly.

Guna menekan tingkat fatalitas dan kecelakaan motor hingga 50 persen, IRSP meluncurkan program Indonesia Youth Road Safety Warriors, yang sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021, yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Antrean kendaraan pada arus balik H+2 Lebaran di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Satlantas Polres Tasikmalaya Kota memberlakukan sistem satu arah untuk kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Bandung dan Jakarta untuk mengurai kepadatan kendaraan.ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Antrean kendaraan pada arus balik H+2 Lebaran di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Satlantas Polres Tasikmalaya Kota memberlakukan sistem satu arah untuk kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Bandung dan Jakarta untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Baca juga: Pelajar SMA Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas Terbesar di Indonesia

 

Program tersebut berlangsung dari 21 September 2021 sampai 1 Desember 2021, dan menjadi bagian dari mata kuliah pilihan dengan bobot dua Satuan Kredit Semester (SKS).

Sementara itu, Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub Risal Wasal menyampaikan, saat ini perlu dilakukan pendidikan mendalam maupun sistem bertransportasi yang mengutamakan keselamatan sekaligus mendorong hadirnya transportasi berkelanjutan.

Pengendara menunggu kereta lewat di perlintasan kereta api wilayah Bumi Bintaro Permai, Pondok Aren, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020). Tidak berfungsinya palang pintu di perlintasan kereta api sejak 2 tahun lalu mengancam keselamatan warga.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Pengendara menunggu kereta lewat di perlintasan kereta api wilayah Bumi Bintaro Permai, Pondok Aren, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020). Tidak berfungsinya palang pintu di perlintasan kereta api sejak 2 tahun lalu mengancam keselamatan warga.

Untuk menciptakan keselamatan di jalan raya, Risal mengatakan perlu adanya kesepatakan lebih dulu yang menyatakan masalah keselamatan ada di hati, bukan sebatas dipikirkan tapi nomor satu.

"Safety adalah sesuatu yang harus kita laksanakan. Ini juga yang harus diperjuangkan oleh para pejuang-pejuang muda keselamatan untuk membantu Pemerintah mewujudkan road safety with sustainable transportation system. Harapannya angka kecelakaan dan tingkat fatalitas kecelakaan dapat kita turunkan," kata Risal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.