Truk Alami Rem Blong Tabrak Mobil Sampai Ringsek

Kompas.com - 14/09/2021, 12:02 WIB
Viral di media sosial video yang memperlihatkan kecelakaan lalu lintas. Mobil ditabrak oleh truk yang diduga mengalami rem blong dari belakang. Foto: Tangkapan layar Viral di media sosial video yang memperlihatkan kecelakaan lalu lintas. Mobil ditabrak oleh truk yang diduga mengalami rem blong dari belakang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral di media sosial memperlihatkan kecelakaan lalu lintas, truk alami rem blong dan menabrak mobil sampai ringsek.

Dalam video yang diunggah akun Instagram Otomotif Weekly, mobil warna putih tersebut "tergencet" di tengah-tengah antara truk molen dan dump truck. Kondisi mobil mengenaskan tapi terlihat dari video penumpang selamat.

Baca juga: Risiko Besar Bus yang Ngebut di Jalan Raya

Meski dalam hal ini bukan salah mobil tersebut, Jusri Pulubuhu Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, harus dipahami jalan raya adalah area yang tidak aman.

 

https://www.instagram.com/p/CTuHnzsvXk9/?utm_source=ig_web_copy_link

Jusri menyebut kecelakaan di jalan merupakan salah satu penyumbang kematian paling tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pembelajaran yang bisa tidak ambil dari kasus kecelakaan, yaitu jangan punya pikiran bahwa jalan raya atau jalan raya yang sepi itu aman, justru itu berbahaya buat diri sendiri atau orang lain,” ujar Jusri kepada Kompas.com, Senin (13/9/2021).

Jusri mengatakan untuk mencegah kejadian serupa terjadi maka pengemudi mesti lebih waspada terhadap zona bagian belakang.

Buat pengemudi mobil menjelang berhenti di belakang kendaraan lain, lakukan langkah-langkah berikut:

Baca juga: Bisa Naik Bus Damri Menuju Sirkuit Mandalika

1. Cek spion apakah aman?

2. Kurangi kecepatan secara bertahap. Sambil mengecek situasi belakang.

3. Tahap awal, berhentilah dengan jarak 2-3 panjang kendaraan, hingga ada beberapa kendaraan di belakang melakukan perlambatan aman.

"Dengan demikian, jika terbaca ada kendaraan dari belakang bergerak seakan-akan tidak mampu berhenti, pengemudi masih memiliki kesempatan untuk bergerak menghindar," katanya.

4. Jika sudah ada kendaraan lain di belakang lakukan pergerakan maju untuk lebih rapat ke depan dan berhenti denga tetap menyediakan jarak aman.

Jarak aman ialah setengah panjang badan kendaraan yang kita kemudikan.

"Pengemudi dapat melihat roda belakang kendaraan di depan secara jelas tanpa perlu memajukan badannya/punggung pengemudi tetap menempel backrest," kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.