Langkah Serius Toyota Kembangkan Baterai Kendaraan Elektrifikasi

Kompas.com - 09/09/2021, 11:32 WIB
Toyota Prius Hybrid di GIIAS 2019 KOMPAS.com/STANLY RAVELToyota Prius Hybrid di GIIAS 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna menekan emisi gas buang CO2, Toyota berkomitmen terus mengembangkan kendaraan ramah lingkungan melalui jajaran produk di segmen mobil hybrid dan listrik. Raksasa otomotif asal Jepang ini juga siap mengucurkan investasi untuk mewujudkannya.

Chief Technology Officer Toyota Motor Corporation (TMC) Masahiko Maeda mengatakan, dana sebesar 1,5 triliun yen atau setara Rp 195 triliun akan digelontorkan pada 2030 untuk pengembangan dan produksi baterai bagi kendaraan elektrifikasi.

"Jumlah investasi dalam pengembangan sistem pasokan baterai bersama RnD diperkirakan 1,5 triliun yen di 2030. Dengan membangun sistem untuk pengembangan dan pasokan, kami akan mempromosikan penyebaran kendaran listrik, termasuk Battery Electric Vehicle (BEV)," ucap Maeda dalam Media dan investor briefing terkait baterai dan netralisasi karbon yang dikutip dari Toyota Global, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Masih Banyak Pengemudi Minim Etika Saat Pindah Lajur di Jalan Tol

Penghitungan konsumsi BBM total 8 mobil hybrid dan PHEV dilakukan di Pulau Bali, hasilnya cukup mengejutkan.CUTENK Penghitungan konsumsi BBM total 8 mobil hybrid dan PHEV dilakukan di Pulau Bali, hasilnya cukup mengejutkan.

Lebih lanjut Maeda mengatakan, bicara kendaraan listrik, mobil dan baterai menjadi hal yang tak terpisahkan. Lantaran itu, sejak 1997 atau ketika Prius generasi awal dikenalkan yang hingga saat ini penjualan kumulatif HEV telah mencapai 18,1 juta unit, Toyota Group sudah berkomitmen memproduksi baterai.

Sementara untuk beradaptasi dengan masa depan, Toyota sudah bertekad berkontribusi pada pencapaian netralisasi karbon melalui peningkatan kemampuan beradaptasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maeda mengatakan, Toyota siap mencoba berbagai langkah untuk memperluas opsi mencapai netralitas karbon, salah satunya mempersiapkan jajaran lengkap kendaraan elektrifikasinya.

Baca juga: Toyota Kembangkan Baterai Mobil Listrik Sendiri yang Lebih Murah

"Konsentrasi CO2 dunia telah meningkat sejak revolusi industri, kami ingin menyediakan produk yang berkelanjutan dan praktis yang bisa mengurangi emisi CO2 dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan pelanggan di setiap wilayah," ujar Maeda.

BEV perdana Toyota di Indonesia, Lexus UX 300eToyota BEV perdana Toyota di Indonesia, Lexus UX 300e

"Dalam perjalanan menuju tujuan kami untuk mencapai netralitas karbon pada 2050, situasi energi dan infrastuktur di tiap wiliayah, serta persyaratan kepekaan, dan kenyamanan pelanggan akan terus berubah," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.