Insentif PPnBM Terbukti Selamatkan Industri Otomotif Dalam Negeri

Kompas.com - Diperbarui 06/09/2021, 08:17 WIB
|

Setelah pemberlakukan program relaksasi PPnBM DTP, penjualan mobil yang masuk dalam skema relaksasi meningkat. Sepanjang semester pertama tahun 2021, penjualan wholesales sudah mulai kembali ke angka normal.

Rinciannya, sebanyak 52.909 unit pada Januari, 49.202 unit pada Februari, 84.915 mobil untuk Maret, 78.908 mobil pada April, 54.815 unit pada Mei dan Juni mencapai 72.720 unit.

"Jadi, relaksasi PPnBM itu menguntungkan semua pihak, meliputi masyarakat, industri otomotif, pemerintah, hingga perekonomian nasional," ujar Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto.

Bahkan menurut riset ISI, PPnBM mampu meningkatkan nilai penjualan mobil sebesar Rp 22,95 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 10,62 triliun.

Baca juga: Ketika Kijang Innova Mundur di Tanjakan Curam

Total pendapatan negara yang diperoleh berkat PPnBM DTP sebesar Rp 5,17 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 3,3 triliun.

Namun, relaksasi PPnBM memiliki risiko potensi penerimaan yang hilang (loss) berupa Insentif PPnBM yang dimanfaatkan oleh konsumen sebesar Rp 2,3 triliun.

Di sisi lain, ada potential gain dari peningkatan penjualan mobil, pajak pertambahan nilai (PPN), pajak kendaraan bermotor (PKB), dan balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar Rp 5,17 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.