Kompas.com - 04/09/2021, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi bajing loncat yang sering mengambil barang yang ada di belakang truk memang kerap terjadi. Aksi ini biasa dijalankan ketika truk terjebak macet atau bahkan saat truk berjalan.

Bajing loncat biasanya diinisiasi minimal dua orang, satu orang yang mengendarai motor, satu lagi yang naik ke belakang truk. Kadang bagi orang yang melihat aksi seperti ini, ingin rasanya mencegah bajing loncat tersebut.

Mengingat kebanyakan pengemudi truk tidak sadar ketika ada bajing loncat yang sedang beraksi. Jadi pengguna jalan lain berusaha untuk mencegah aksi tersebut dengan melabrak pelaku bajing loncat.

Baca juga: Motor Injeksi Kehabisan Bensin, Jangan Langsung Nyalakan Mesin

Potongan video aksi bajing loncatINSTAGRAM/OTOMTALK Potongan video aksi bajing loncat

Namun apakah melabrak pelaku bajing loncat ini aman untuk dilakukan?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, tidak semua orang punya kapasitas dan kemampuan untuk menindak bajing loncat. Hati-hati, para pelaku ini biasanya terlatih dan sudah menyiapkan senjata tajam.

“Dalam kondisi terpaksa, pelaku bajing loncat ini bisa melukai siapapun. Hanya petugas seperti TNI atau Polisi saja yang bisa melawan mereka. Karena mereka bertindak terukur dan atas nama negara,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Catat, Ini Biaya dan Syarat Bikin SIM C per September 2021

Bagi pengguna jalan, sebaiknya cukup rekam aksinya dan dilaporkan ke pihak berwajib. Hal ini dikarenakan para pelaku tidak akan menghiraukan teguran dari orang biasa.

“Kita juga jangan merasa mampu melawan mereka. Kalah menang tidak jadi ukuran, tapi kalau ada korban berujung meninggal, maka kita bisa terseret,” kata Sony.

Terakhir, jangan coba memberi klakson panjang saat melihat aksi bajing loncat. Pelaku kriminal ini tidak akan peduli, malahan bisa-bisa si pengemudi yang memberi klakson ini yang diserang balik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.