Sopir Bus dan Truk Jangan Hanya Andalkan Hard Skill

Kompas.com - 02/09/2021, 17:21 WIB
Ilustrasi sopir bus riauair.comIlustrasi sopir bus
|

JAKARTA, KOMPAS.comKendaraan niaga belakangan kerap mengalami kecelakaan lalu lintas. Karena ukuran yang besar, insiden yang melibatkan bus dan truk bisa merugikan kendaraan lain di sekitarnya.

Seperti kecelakaan yang menimpa bus Sugeng Rahayu belum lama ini. Karena sopir yang melanggar lalu lintas, pengendara sepeda motor dan truk yang sedang parkir ikut jadi korban.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, selain faktor teknis, rupanya ada faktor non teknis yang menghinggapi permasalahan ini.

Baca juga: Hyundai Casper, SUV Mungil Calon Pesaing Raize dan Rocky

 LAKALANTAS--Bus Sugeng Rahayu menabrak sebuah sepeda motor dalam kecelakaan di  ruas jalan nasional di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021) siang. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI LAKALANTAS--Bus Sugeng Rahayu menabrak sebuah sepeda motor dalam kecelakaan di  ruas jalan nasional di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021) siang. 

“Rata-rata pengemudi truk yang SIM-nya advance (B1 atau B2) itu mengemudi mengandalkan hard skill, jarang yang mengemudi dengan perilaku yang benar,” ujar Sony, kepada Kompas.com (2/9/2021).

“Sehingga ketika dihadapkan pada kondisi emergency yang dilakukan hanya dua, ngerem atau menghindar. Perkara selamat itu nanti,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sony, hard skill bagi sopir kendaraan niaga memang penting. Tapi mengemudi tanpa mementingkan soft skill juga bisa membahayakan.

Baca juga: 5 Ruas Tol Bandung Berlaku Ganjil Genap hingga Malam Hari

Truk muatan tepung yang terlibat kecelakaan saat dievakuasi petugas.istimewa Truk muatan tepung yang terlibat kecelakaan saat dievakuasi petugas.

Hard skill itu mengemudi dengan mengandalkan operasional, sifatnya reaktif, berisiko tinggi kecelakaan,” ucap Sony.

“Soft skill itu mengemudi dengan perilaku yang baik, sifatnya proaktif. Seperti jaga jarak, jaga kecepatan, berpikir rasional dan lain-lain,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.