Tak Punya SIM dan STNK, Pemuda Ini Marah Saat Diminta Putar Balik

Kompas.com - 31/08/2021, 15:21 WIB
Seorang pemuda marah-marah di Boyolali saat diminta putar balik oleh petugas instagaram.com/boyolali_infoSeorang pemuda marah-marah di Boyolali saat diminta putar balik oleh petugas

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar di media sosial, video seorang pengendara motor yang marah-marah kepada petugas kepolisian kerena tidak terima diberhentikan dan diminta putar balik.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @boyolali_info. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand diberhentikan petugas penyekatan di Cepogo Boyolali.

Pengendara motor tersebut juga diketahui tidak memiliki surat-surat kendaraan yang komplet, seperti Surat Izin Pengemudi (SIM) dan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) lantaran remaja itu masih di bawah umur.

Baca juga: Masih PPKM Level 4, Begini Aturan Perjalanan Darat di Yogya dan Bali

Bahkan, sepeda motornya pun tidak dilengkapi spion dan menggunakan knalpot brong atau bersuara bising.

Namun bukannya meminta maaf dan menuruti perintah petugas kepolisian, remaja tersebut justru malah marah-marah dan memukul motornya.

Petugas yang awalnya hanya meminta remaja tersebut berhenti untuk putar balik, namun karena marah-marah dan melawan polisi akhirnya pengendara tersebut dibawa ke Polsek Cepogo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BOYOLALI INFO (@boyolali_info)

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, setiap pengguna jalan ketika diberhentikan oleh petugas kepolisian wajib untuk menghentikan kendaraannya, sesusai dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 264.

Dalam pasal tersebut ditulisakan bahwa pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dilakukan oleh petugas Kepolisian Negara Rebuplik Indonesia dan penyidik pegawai negeri sipil di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Untuk melaksanakan pemeriksaan kendaraan bermotor, petugas kepolisian berwenang untuk menghentikan kendaraan, meminta keterangan kepada pengemudi,” ucap Budiyanto kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pentingnya Perluasan Asuransi bagi Pemilik Kendaraan

Aturan

Dalam pasal 77 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) disebutkan setiap pengemudi di jalan harus bisa menunjukkan surat kepemilikan berupa SIM.

Jika tidak memiliki dokumen yang dimaksud, sesuai pasal 281 UU No 20/2009 LLAJ, pengendara akan terkena pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda sebanyak Rp 1 juta.

Sedangkan setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK), sesuai pasal 288 ayat 1 akan dikenakan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.