Alasan Ganjil-genap Dinilai Tak Efektif Urai Kemacetan Jakarta

Kompas.com - 19/08/2021, 12:22 WIB
Artis Ayu Ting Ting terkena pemeriksaan sistem ganjil genap di pintu exit tol Jagorawi, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/2/2021) Dok.Artis Ayu Ting Ting terkena pemeriksaan sistem ganjil genap di pintu exit tol Jagorawi, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/2/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem ganjil-genap atau gage dinilai kurang efektif untuk jangka panjang. Adapun saat ini terdapat kelemahan yang membuatnya tidak maksimal mengurai kemacetan.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi, mengatakan, dalam perjalanan berlangsungnya sistem gage, secara empiris belum mampu mengubah kemacetan di Jakarta.

Baca juga: Kapan Nissan Hadirkan Mobil Listrik yang Lebih Murah?

"Dalam jangka pendek gage relatif dapat mengurangi tingkat kemacetan pada waktu dan ruas jalan tertentu. Namun dalam perjalanannya tidak dapat bertahan lama," kata Budiyanto dalam rilis resmi, Rabu (18/8/2021).

Aturan ganjil genap di Kota Cirebon mulai resmi diberlakukan Senin (16/8/2021)Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi Aturan ganjil genap di Kota Cirebon mulai resmi diberlakukan Senin (16/8/2021)

"Karena seiring dengan perjalanan waktu kendaraan akan bertambah terus dan kapasitas jalan sulit untuk ditingkatkan, khususnya di Jakarta karena salah satu pertimbangan lahan cukup mahal," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, itu mengatakan, jika sudah demikian maka jumlah kendaraan tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur jalan.

Baca juga: Imbas Insentif PPnBM, Penjualan Mitsubishi Indonesia Bergerak Positif

"Akibatnya kemacetan khususnya di Jakarta sulit untuk diurai sehingga untuk mewujudkan kinerja lalu lintas yang maksimal di Jakarta sulit dilaksanakan," katanya.

Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

3 in 1

Sebelum memberlakukan sistem pembatasan ganjil-genal atau gage, DKI Jakarta memberlakukan sistem 3 in 1 untuk mengurai kemacetan.

Namun 3 in 1 dihapus karena menimbulkan masalah sosial.

"3 in 1 berdampak kepad masalah-masalah sosial. Joki berkerumun pada titik ruas penggal jalan pintu masuk akhirnya menimbulkan police hazard tersendiri," kata Budiyanto.

Dalam praktiknya, terjadi eksploitasi anak untuk menarik simpatik atau belas kasih pengguna jalan. Kemudian beberapa kali terjadi kriminalitas di mana joki mengambil barang dan sebagainya.

"Banyaknya permasalahan berdampak kepad masalah sosial dan kriminal akhirnya 3 in 1 dihapus diganti dengan gage kurang lebih tahun 2016," kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.