Ganjil Genap Tanpa Tilang, Pembatasan Mobilitas Jadi Tidak Efektif

Kompas.com - 18/08/2021, 07:22 WIB
Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APetugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 telah berlaku di Jakarta sejak Juli 2021. Untuk mengurangi mobilitas masyarakat, kepolisian awalnya mendirikan pos penyekatan di sejumlah titik di Jakarta.

Namun pada 11 Agustus 2021, polisi menutup 100 pos penyekatan PPKM dan menggantinya dengan aturan ganjil genap.

Pengendalian mobilitas melalui pelat nomor kendaraan ganjil-genap pun resmi berlaku di sejumlah ruas jalan Ibu Kota.

Baca juga: Susunan Pebalap MotoGP 2022, Dua Tim Belum Ada Kepastian

Ilustrasi sistem ganjil genap kendaraan.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Ilustrasi sistem ganjil genap kendaraan.

Mulai dari jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Pintu Besar Selatan hingga Jalan Gatot Subroto.

Bisa dibilang ganjil genap akhirnya kembali berlaku di Jakarta, setelah terakhir kali diterapkan pada September 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi, mengatakan, pemberlakuan ganjil genap kali ini agak berbeda. Pasalnya ganjil genap saat PPKM tidak disertai dengan dengan tilang.

Baca juga: Bus Tambang Baru dari Adiputro, Pakai Sasis Scania

Sistem ganjil genap di Sumedang dinilai tidak efektif, Selasa (27/7/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.comKOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Sistem ganjil genap di Sumedang dinilai tidak efektif, Selasa (27/7/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

“Sebenarnya dari aspek penegakan hukum tidak jadi masalah, karena jika kita berbicara penegakan hukum ada yang bersifat repressive justice (tilang) atau non justice dengan teguran,” ucap Budiyanto, dalam keterangan tertulis (17/8/2021).

“Pelanggar gage yang dialihkan atau diputarbalikkan sebenarnya merupakan teguran juga, karena ada proses komunikasi yang disampaikan kepada para pelanggar,” kata dia.

Meski begitu, sanksi diputarbalik ini dinilai belum tentu efektif. Pengendara masih bisa melewati jalur ganjil genap tanpa khawatir ditilang.

Baca juga: Toyota Innova Tergolong Fast Moving di Pasar Mobil Bekas

Sebuah mobil yang ditindak polisi pada Kamis (26/7/2018). Dari foto, terlihat mobil yang ditindak menggunakan dua pelat nomor, masing-masing B 2276 TZA dan B 2279 TZA. Tujuannya untuk mengakali peraturan ganjil genap.Instagram/TMC Polda Metro Jaya Sebuah mobil yang ditindak polisi pada Kamis (26/7/2018). Dari foto, terlihat mobil yang ditindak menggunakan dua pelat nomor, masing-masing B 2276 TZA dan B 2279 TZA. Tujuannya untuk mengakali peraturan ganjil genap.

“Cara demikian tentunya akan membutuhkan personel memadai untuk melakukan penjagaan pada titik ruas jalan yang diberlakukan ganjil-genap, serta dibutuhkan konsentrasi dan tenaga yang ekstra bagi anggota yang sedang bertugas,” kata Budiyanto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.