Benarkah Ban Bisa Aus karena Sering Lewat Jalan Beton?

Kompas.com - 17/08/2021, 15:41 WIB
Kendaraan melaju di jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono kilometer 603-604 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (9/5/2021). Pada H-4 lebaran dan hari keempat penerapan larangan mudik lebaran 2021 ruas jalan tol Trans Jawa di wilayah tersebut terpantau masih sepi dan banyak didominasi kendaraan pengangkut barang. ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp. ANTARA FOTO/SISWOWIDODOKendaraan melaju di jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono kilometer 603-604 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (9/5/2021). Pada H-4 lebaran dan hari keempat penerapan larangan mudik lebaran 2021 ruas jalan tol Trans Jawa di wilayah tersebut terpantau masih sepi dan banyak didominasi kendaraan pengangkut barang. ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berkendara, beragam jenis permukaan jalan bisa ditemui. Tidak hanya aspal, terdapat jalan yang terbuat dari rangkaian konblok hingga beton atau cor semen.

Jalan yang terbuat dari beton atau cor semen umum ditemui di jalan lingkar atau ringroad suatu kota. Selain itu, saat ini sejumlah ruas tol pun menggunakan beton sebagai material utama untuk jalannya.

Penggunaan beton untuk material jalan didasarkan pada fakta bahwa tingkat durabilitasnya lebih tinggi dibanding aspal. Beton lebih kuat dan kokoh untuk dilindas berbagai kendaraan dengan tonase besar seperti angkutan barang.

Dengan kata lain, beton relatif lebih ekonomis untuk digunakan sebagai material pembangunan jalan, karena tingkat keawetan yang lebih tinggi dari bahan lainnya.

Baca juga: Cuma Rp 100 Jutaan, Kijang Innova Reborn Bekas Golden Bird

Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun dari perspektif pengendara, jalan beton kurang nyaman untuk dilintasi karena traksinya kepada ban tidak sebaik jalan aspal. Selain itu tingkat kebisingannya lebih tinggi saat dilalui kendaraan.

Tidak sampai di situ saja, muncul anggapan bahwa jalan beton bisa menyebabkan ban kendaraan lebih cepat aus.

On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Jalan beton itu ada yang dua garis atau rain groove-nya lurus (straight) dan melintang (cross). Nah, yang membuat telapak ban cepat aus itu yang cross, karena ban seperti diparut,” kata Zulpata kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Tiga Ruas Jalan Tol Baru Sepanjang 69 Km Siap Diresmikan

Pengerjaan proyek jalan beton di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2012). Jalan dibeton karena konstruksi jalan lama dari aspal mudah rusak akibat beban berat kendaraan yang melintas. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengerjaan proyek jalan beton di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2012). Jalan dibeton karena konstruksi jalan lama dari aspal mudah rusak akibat beban berat kendaraan yang melintas.

Namun ia mengatakan bahwa istilah seperti diparut jangan disamakan seperti kelapa yang diparut hingga cepat habis. Dalam kasus ban pada jalan beton, hasilnya ban sedikit lebih cepat aus.

Meski begitu, Zulpata mengatakan kunci utama menjaga ban tidak cepat habis adalah dengan perawatan yang tepat dan gaya berkendara yang tidak asal-asalan. Dengan kata lain ban yang cepat aus bukan sepenuhnya karena kesalahan jalan beton.

“Meski sering melewati permukaan beton saat berkendara, selama menggunakan dalam kondisi wajar, alias tidak agresif, dan kecepatan sudah sesuai dengan aturan serta tidak melakukan pengereman mendadak, sebenarnya tidak masalah,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.