Kompas.com - 20/07/2021, 11:12 WIB
Mobil Suzuki APV yang menjadi korban pencurian pecah kaca di parkir di halaman Polres Sukabumi Kota, Rabu (3/7/2019). ISTIMEWAMobil Suzuki APV yang menjadi korban pencurian pecah kaca di parkir di halaman Polres Sukabumi Kota, Rabu (3/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Imbas dari lonjakan virus Covid-19, membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali sejak 3 hinga 20 Juli 2021.

Masyarakat pun di imbau untuk tidak keluar rumah selama kurang lebih dua pekan. Kondisi ini otomatis akan membuat mobil kesayangan jarang digunakan dan hanya menganggur di parkiran.

Ada anggapan yang beredar, saat mobil parkir dalam waktu panjang sebaiknya kaca diturunkan sedikit. Tujuannya agar ada sirkulasi udara dari luar sehingga mobil tidak apek meski jarang dipakai.

Baca juga: Imbas Krisis Semikonduktor, Produksi Otomotif dan Suku Cadang Melambat

Lantas apakah anggapan tersebut benar adanya atau hanya sekadar mitos belaka?

Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Sapta Agung Nugraha mengatakan, anggapan tersebut hanya mitos belaka.

Kondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta.KOMPAS.COM/Ari Purnomo Kondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saat parkir, kaca diturunkan sedikit tentunya hanya mitos saja. Mungkin tujuannya adalah agar ada sirkulasi udara, tapi sebenarnya sirkulasi udara di dalam mobil sudah ada,” ucap Sapta, belum lama ini saat dihubungi Kompas.com.

Menurut Sapta, untuk mengeluarkan udara panas saat masuk ke mobil setelah parkir, lebih baik dilakukan ketika pengemudi berada di dalam mobil dengan membuka kaca dan menyalakan AC.

Baca juga: Toyota Aqua, Hybrid Terbaru Dibanderol Mulai Rp 260 Jutaan

“Menurunkan kaca mobil justru bisa jadi kontra produktif, sebab bisa jadi kemasukan benda asing atau justru memicu tindak kejahatan. Kondisi ini akan semakin parah jika mobil di harasi tanpa atap seperti car port di depan rumah.

Selain itu, menurut Sapta jika kaca dibuka mengundang kerawanan dan berpotensi terkena air, misalnya saat hujan turun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X