Kompas.com - 15/07/2021, 08:02 WIB

“Sekarang kan masanya sekolah online, maka peran orangtua sangat besar. Tapi, sulitnya mereka (anak remaja) susah dikontrol dan mungkin juga ada yang homeless (kabur dari rumah),” ucap.

Kasus serupanya sebelumnya juga sudah pernah terjadi yang melihatkan sekumpulan anak remaja menghalau truk sedang melintas.

Baca juga: Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dibatasi bagi Kendaraan Penumpang

 

Peristiwa seperti ini sebenarnya juga sangat merugikan bagi sopir truk, lantaran itu Sony juga mengingkat agar sopir tak melakukan manuver menghindar yang memang belum dikuasiai.

Sonny menyarankan agar sopir tetap tenaga dan berpokir aman, kurangi kecepatan, serta bersiap berhenti jika sekelompok anak memang tak mau minggi dari jalan.

"Bagaimanapun nyawa mereka nomor satu. Bukan cari benar atau salah, sebab adanya korban yang di akibat kelalaian si pengemudi harus dipertanggung jawabkan di muka hukum,” ucap Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.