Kompas.com - 09/07/2021, 17:12 WIB
Salah kaprah penggunaan lampu hazard www.team-bhp.comSalah kaprah penggunaan lampu hazard

JAKARTA, KOMPAS.com - Lampu pada kendaraan bukan hanya sebagai sistem penerangan saja, tapi juga sebagai alat komunikasi dengan kendaraan lainnya. Contohnya, lampu hazard pada mobil.

Lampu hazard merupakan salah satu fitur yang wajib disematkan pada mobil. Fungsi sebenarnya adalah sebagai penanda kendaraan dalam keadaan darurat.

Namun, di Indonesia, lampu hazard sering kali disalahgunakan. Banyak pengemudi yang tidak paham penggunaan lampu hazard yang benar. Ada dua kondisi di mana lampu hazard banyak disalahgunakan.

Baca juga: Kebiasaan Jepang, Pakai Lampu Hazard untuk Bilang Terima Kasih

Kesalahan yang pertama, yang banyak dilakukan adalah menyalakan lampu hazard sebagai informasi mau berjalan lurus. Biasanya dilakukan pada persimpangan jalan atau perempatan tanpa Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau lampu merah.

Sony Susmana, Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, budaya menyalakan lampu hazard ketika berjalan lurus di perempatan, tidak jelas dasarnya dari mana. Kebiasaan ini bisa terjadi karena kesalahan dalam penerapan operasionalnya.

Ilustrasi Lampu Hazard yang menyala saat kondisi hujanGrid.id Ilustrasi Lampu Hazard yang menyala saat kondisi hujan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pemahaman tentang keselamatan itu meliputi operasional kendaraan yang benar, tidak boleh berdasarkan ucapan orang. Seperti gunakan hazard ini kan tidak jelas siapa yang menggagas, malah jadi kebiasaan yang salah dan membahayakan,” kata Sony kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Dengan menggunakan lampu hazard di perempatan, pengemudi lain tidak dapat membaca arah kendaraan hendak ke mana. Sehingga, bisa terjadi kesalahan komunikasi dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Perempatan adalah tempat bertemunya kendaraan dari arah yang berbeda-beda. Harus ada komunikasi antar kendaraan, seperti menyalakan lampu penunjuk arah/sein jika ingin berbelok. Jika ingin lurus bukan berarti menyalakan hazard,” ujar Sony.

Baca juga: Agar Tidak Salah, Ini Fungsi Lampu Hazard di Sepeda Motor

Kesalahan yang kedua, yang juga banyak dilakukan, adalah saat kondisi hujan deras. Dengan jarak pandang yang terbatas, banyak yang menyalakan lampu hazard dengan maksud agar keberadaannya disadari oleh pengemudi lain.

Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan, mengatakan, menyalakan hazard pada saat hujan deras akan membuat pengemudi di belakang kebingungan terhadap pergerakan mobil yang menyalakan hazard.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X