Asosiasi Pengemudi Truk Keluhkan Syarat Tes PCR dan Antigen Berbayar

Kompas.com - 07/07/2021, 17:32 WIB
Kondisi areal loket kendaraan di Pelabuhan Bakauheni masih sepi meski memasuki H-6 lebaran, Selasa (19/5/2020). Kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak didominasi kendaraan logistik. (FOTO: Istimewa). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAKondisi areal loket kendaraan di Pelabuhan Bakauheni masih sepi meski memasuki H-6 lebaran, Selasa (19/5/2020). Kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak didominasi kendaraan logistik. (FOTO: Istimewa).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti yang telah diketahui, penerapan PPKM Darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021 tidak sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa pihak merasa dirugikan dengan adanya PPKM Darurat tersebut, salah satunya dari pelaku sektor logistik.

Guna mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat merilis Surat Edaran Nomor 43 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19.

Pada Pasal 5 poin C dalam surat edaran tersebut, disebutkan bahwa pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik diwajibkan membawa surat keterangan hasil negatif tes PCR yang berlaku 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test Antigen yang berlaku 1 x 24 jam.

Baca juga: PPKM Darurat, Ada Penyekatan Berlapis di Kota Bekasi

Ketentuan tersebut dianggap merugikan para pengemudi truk. Sebab mereka harus mengeluarkan biaya tambahan guna mendapatkan surat hasil negatif tersebut.

Belum lagi ditambah dengan pengalihan jalur truk menuju jalan tol yang tentu turut meningkatkan biaya operasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelabuhan Merak mewajibkan pengguna jasa menunjukan kartu vaksin dan hasil PCR atau antigen.KOMPAS.COM/RASYID RIDHO Pelabuhan Merak mewajibkan pengguna jasa menunjukan kartu vaksin dan hasil PCR atau antigen.

Agus Yuda, Ketua Asosiasi Pengemudi Nusantara menuturkan bahwa pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni jadi salah satu titik pemeriksaan para pengemudi truk.

"Salah satu dari hasil tes PCR atau Antigen, di Bakauheni seperti itu. Mau menyeberang harus mempunyai surat bebas Covid-19 tersebut," ungkapnya kepada Kompas.com, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Segera Meluncur, Ini Perbandingan Mesin Renault Kiger dengan Toyota Raize

Tidak hanya di pelabuhan penyeberangan saja, Agus juga menemui pos pemeriksaan surat hasil negatif PCR atau Antigen di jalur arteri perbatasan antar daerah, contohnya seperti di jalur Surabaya-Malang.

Ia menyayangkan hingga saat ini pemerintah belum memberikan program tes PCR atau Antigen secara gratis kepada para pengemudi truk.

Pendeknya masa berlaku kedua dokumen tersebut membuat pengemudi truk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit selama bekerja mengantarkan logistik ke berbagai daerah di Jawa dan Bali.

pengemudi trukgridoto.com pengemudi truk

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.